Breaking News:

Jawa

Sebanyak 1.940 Guru SMP di Klaten Sudah Menerima Vaksin COVID-19

Vaksinasi COVID-19  bagi tenaga pendidik atau guru di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Klaten terus dikebut.

dok.istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Vaksinasi COVID-19  bagi tenaga pendidik atau guru di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Klaten terus dikebut.

Data terbaru, sebanyak 1.940 guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kabupaten Bersinar telah menerima dosis vaksin COVID-19.

"Data terakhir yang saya terima guru SMP sudah vaksin sebanyak 1.940 guru," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, Wardani Sugiyanto saat ditemui Tribunjogja.com di Pemkab Klaten, Senin (24/5/2021).

Ia menjelaskan, 1.940 guru SMP itu merupakan guru ASN maupun guru honorer yang divaksin.

Baca juga: Jumlah Warga yang Terpapar COVID-19 di Tiga RT Satu Desa di Klaten Bertambah Tiga Orang

Adapun jumlah total guru SMP di Klaten berjumlah 2.981 guru.

"Kalau di persentasekan sudah 65 persen guru SMP yang divaksin," jelasnya.

Kemudian, lanjut Wardani, untuk guru Sekolah Dasar (SD) yang sudah divaksin berjumlah 2.500 guru.

Adapun jumlah guru SD di Klaten berjumlah sekitar 7.300 guru.

Ia mengaku optimis program vaksinasi guru di Klaten rampung sebelum tahun ajaran baru di mulai pada Juli mendatang.

"Menjelang Juli atau tahun ajaran baru kami yakin ini bisa terkejar. Setiap hari kan tambah terus guru yang divaksin," ucapnya.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan COVID-19 Pascalibur Lebaran, Bupati Klaten Minta Rumah Sakit Lakukan Hal Ini

Sementara itu, beberapa waktu lalu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Klaten, Anggit Budiarto, mengatakan untuk vaksinasi COVID-19 di Klaten saat ini fokus kepada guru.

"Vaksinasi COVID-19 di Klaten saat ini masih berjalan, kali ini fokus ke pelayanan publik dan lansia. Pelayanan publik ini guru fokusnya," ujar dia.

Menurutnya, fokus pelaksanaan vaksinasi COVID-19 kepada guru tersebut lantaran akan masuknya tahun ajaran baru dan rencana persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) bagi siswa-siswi di sekolah.

"Ketika program tatap muka itu sudah mau dijalankan, syaratnya komponen pendidik dan non pendidik sudah menerima vaksin, hal itu yang saat ini kita fokuskan," jelasnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved