Breaking News:

Feature

Penjelajahan Wisata Hutan Pinus Dlingo

Adanya kafe alam ini ternyata mampu menyedot pengunjung, meskipun masih diberlakukan pembatasan.

Editor: Agus Wahyu
Istimewa
Panggung terbuka dan Kedai Kopi Becici 

"Semua sama kecuali Bukit Panguk yang harga tiketnya lebih besar," sebutnya.

Lebih lanjut Gandi menyebut, pengelolaan pelayanan bagi pengunjung terus ditingkatkan. Salah satunya adalah menggunakan layanan pembayaran retribusi non tunai.

Dimana setiap pengunjung dapat memesan dan membayar tiket secara online melalui aplikasi bernama QUAT (QIRS Ultimate Automated Transaction). Sehingga lebih mudah dan cepat dalam bertransaksi.

Hal ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul yang terus melakukan akselerasi layanan wisata. Di antaranya, Dinas Pariwisata Bantul meluncurkan aplikasi pembayaran berbasis online.

Aplikasi pembayaran retribusi pariwisata online itu diterapkan di tempat penarikan retribusi (TPR). Hal ini salah satunya untuk mengurangi kontak langsung antara petugas dan wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, aplikasi ini bernama QUAT . Aplikasi yang dapat diunduh di Playstore itu kemudian akan terhubung dengan e-banking.

Teknis pembayarannya, pengunjung hanya cukup memindai barcode yang sudah ditempel di TPR, kemudian pengunjung tinggal mengisi data yang dibutuhkan sesuai petunjuk aplikasi. Tak butuh waktu lama untuk transaksi, karena dapat dilakukan hampir semua bank.

"Nanti setiap transaksi akan muncul melalui notifikasi di handphone masing-masing," jelas dia. (rls/ord)

Foto-foto Istimewa
Panggung terbuka dan Kedai Kopi Becici
Aktivitas camping Hutan Pinus Dlingo

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved