Komposer Musik Gereja Meninggal

Mengenang Karya Yulius Panon, “Beralih Dari Dunia Perjamuan Nikah Anak Domba”

Yus, panggilan akrab almarhum Yulius, komposer musik Gereja dan pelatih paduan suara ini, menciptakan lagu bertema kematian

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Agung Ismiyanto
TribunSolo.com/Istimewa
Yulius Panon Pratomo, seorang pencipta lagu rohani asal Yogyakarta yang viral dikabarkan hilang dan petugas mengevakuasi jenazahnya di aliran Bengawan Solo di Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Senin (24/5/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beralih dari dunia jiwa insan menuju surga. Meski air mata kami mengucur. Dalam iman kami bersyukur. Dibongkar tubuh yang fana. Agar jiwa beralih tempat. Kediaman kekal dari Allah. Yang sepanjang hidup dinanti.

Penggalan lirik dari lagu “Beralih Dari Dunia Perjamuan Nikah Anak Domba” yang dilantukan kelompok paduan suara Nafs-i-gira, merupakan karya monumental dari Yulius Panon Pratomo.

Yus, panggilan akrab almarhum Yulius, komposer musik Gereja dan pelatih paduan suara ini, menciptakan lagu bertema kematian ini dan diunggah ke media sosial YouTube 2 September 2020 lalu.

Dalam lini masa di media sosialnya, diketahui Yulius Panon kerap membagikan lagu yang ditulisnya ini kepada banyak orang yang dikenalnya.

Lagu bertema kematian ini menjadi “penghiburan” bagi keluarga yang ditinggalkan dan selalu berpengharapan dalam doa.

Dari deskripsi di channel Rumah Musik Nafsigira dituliskan, kematian merupakan saat jiwa beralih dari dunia menuju surga. Lagu ini merupakan lagu kedua dari album musik Perjamuan Nikah Anak Domba. Ditulis oleh komponis kami Yu(liu)s Panon Pratomo setelah merefleksikan bacaan 2Kor 5:1-10 dan Luk 15:11-32".

“Mengenang Yus atau Panon, adalah sosok pribadi yang sederhana, entengan dan profesional,” jelas, Didik Deniarto, salah satu rekannya saat bersekolah di SMA Seminari Mertoyudan, Senin (24/5/2021) malam.

Bagi Didik, Yulius Panon ini memang seorang pribadi yang gigih berjuang dalam menciptakan musik gereja. Idealismenya dalam mengembalikan musik gereja ke dalam marwahnya pun patut diacungi jempol.

Banyak karya-karya Yulius yang tak lekang oleh waktu. Hal ini dapat didengarkan di channel YouTube Rumah Musik Nafsigira. Sejumlah karyanya pun menjadi kenangan yang tidak bisa digantikan.

“Yus sudah membuktikan karya dan dokumentasi hidup dan keimanannya. Kami juga kaget mendengar kabar kematiannya. Semoga almarhum diterima di sisi Bapa di surga,” ungkap Didik.

Seperti diberitakan, mayat yang ditemukan mengapung di Bengawan Solo ternyata benar Yulius Panon Pratomo, seorang pencipta lagu rohani asal Yogyakarta. Kabar tersebut dibenarkan petugas kamar jenazah RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Dedi saat dikonfirmasi TribunSolo.com, Senin (24/5/2021) malam.

Sosok mayat itu ditemukan tepatnya di Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen dalam kondisi mengenaskan karena sudah membengkak. "Keluarga baru saja datang, terus dikasih lihat foto dan sidik jari pembanding, sudah yakin, saudara Yulius," ungkapnya kepada Tribun Solo.com.

Rombongan keluarga Yulius Panon tiba di instalasi pemulasaraan jenazah RSUD Sragen, sekitar pukul 22.00 WIB. Perihal rencana selanjutnya, atas permintaan keluarga jenazah tidak langsung dibawa ke rumah duka.

Dikatakan, akan dilakukan tindakan autopsi untuk mengetahui lebih lanjut penyebab kematian Yulius Ponan yang viral dikabarkan hilang.

"Ini untuk tindak lanjut dari pihak keluarga, terutama istri ingin lebih meyakinkan, besok pagi dibawa rencana ke Moewardi dilakukan autopsi," pungkasnya. (*)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved