Progres Proyek Tol Yogya Solo

10 Lahan Belum Diganti Untung Pembebasan

Pembangunan Jalan Tol Yogya-Solo yang di wilayah DIY masih dalam tahap pembayaran ganti untung lahan warga yang terdampak.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Penampakan patok tol pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo yang berada di sebuah persawahan di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Selasa (16/3/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pembangunan Jalan Tol Yogya-Solo yang di wilayah DIY masih dalam tahap pembayaran ganti untung lahan warga yang terdampak. Dari informasi yang dihimpun Tribun Jogja, setidaknya ada sekitar 10 bidang tanah di Dusun Temanggal 2, Purwomartani yang belum diganti untung untuk pembebasan tol.

“Betul, kira-kira ada 10 bidang yang belum diganti untung,” ungkap Koordinator Relawan Pos Informasi Tol untuk Warga Temanggal 2, Suparmadi, Senin (24/5/2021).

Dia menjelaskan, 10 bidang tanah itu dimiliki setidaknya 7 orang. Masing-masing, ada yang memiliki satu hingga dua bidang di wilayah Dusun Temanggal 2. “Selain itu, ada tanah kas desa juga yang terdampak,” tambahnya.

Ditanya mengapa belum menerima ganti untung, Suparmadi menjelaskan ada tanah yang masih dalam proses persidangan karena terlibat sengketa. Dia menghitung, setidaknya, ada tiga tanah yang masih bersengketa maupun masuk di tingkat kasasi.

“Kalau materi sengketanya saya tidak tahu, tapi ada tiga bidang yang masih di berurusan dengan pengadilan. Satu kasasi, dua sengketa keluarga,” katanya lagi.

Suparmadi juga tidak bisa memastikan kapan ganti untung akan cair lantaran masih harus menunggu surat perintah pencairan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). “Kita tunggu saja. Selain yang bersengketa tadi, semuanya sudah selesai administrasinya. Sementara, untuk warga lain juga sudah mendapatkan ganti untung,” ucapnya.

Ia menjelaskan, di Dusun Temanggal 2 itu, mereka memiliki pos informasi yang bisa membantu warga untuk membantu menyiapkan kebutuhan administrasi terkait ganti untung tol. Dengan begitu, banyak dari mereka yang sudah bisa mendapatkan ganti untung, termasuk Suparmadi sendiri.

Terpisah, D, salah satu warga Temanggal 2 mengakui bahwa dirinya memang belum menerima ganti untung. Dia adalah pemilik dua bidang tanah di dusun tersebut yang semuanya akan dibeli pemerintah untuk keperluan Jalan Tol Yogya-Solo.

Namun, D enggan menyebutkan berapa banyak lahan terdampak. Dia hanya mengatakan bahwa luasan tersebut cukup besar. “Memang ini tinggal menunggu saja. Di Dusun Temanggal 2 ini ada 280 bidang yang terdampak, sekarang tinggal 10 bidang saja yang belum cair, termasuk saya,” jelasnya.

Dirinya dan warga lain sudah mengirim berkas ke LMAN kurang lebih 1 bulan lalu dan dibantu oleh tim dari posko relawan. “Mungkin karena terjeda Lebaran ya dan ini masih proses di LMAN. Jadi, kita tunggu saja, mungkin dalam Juni ini,” tandasnya.

90 persen
Staf Pejabat Pembuat Komitmen PJBH Kementerian PUPR, Galih Alfandi mengatakan, saat ini pembayaran ganti untung lahan terdampak tol Yogyakarta-Solo masih sampai di dua dukuh yakni Kadirojo II dan Temanggal II. "Dua dukuh itu kekurangannya sedikit, sih. Saya lupa angkanya, tapi lebih dari separuh yang sudah dibayarkan. Udah 90 persennya," katanya, kepada Tribun Jogja, Senin (24/5/2021).

Untuk total luasan lahan terdampak tol di Temanggal II dikatakan Galih, ada sekitar 294 bidang. Beberapa pemilik lahan yang belum dibayar ganti untung lantaran dari tim Satker masih menunggu Surat Perintah Pembayaran (SPP) ke LMAN. Terakhir, pihak Satker mengajukan 11 pemilik lahan terdampak proyek tol Yogyakarta-Solo.

"Setelah dokumen itu valid maka pencairan dana ganti untung akan diberikan," jelas dia.

Begitu pembayaran ganti untung di Dukuh Temanggal II dan Kadirojo II selesai, Galih menjelaskan, pembayaran ganti untung akan berlanjut ke Dukuh Temanggal I, Kadirojo I, dan Cupuwatu I. Seharusnya pembayaran di tiga dukuh tersebut dikatakan olehnya simultan pada bulan berikutnya.

"Ini masih terus bergerak, harapannya segera selesai," tandasnya. (ard/hda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved