Breaking News:

Bisnis

Dispar DIY Siapkan Paket-paket Wisata, Menyasar Wislok dan ASN

Dispar DIY tengah menyiapkan program paket wisata yang dibuat berdasar kondisi pasar wisata di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.

Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Marlina Handayani. 

TRIBUNJOGJA. COM, YOGYA - Dinas Pariwisata (Dispar) DIY tengah menyiapkan program paket wisata.

Program ini dibuat berdasar kondisi pasar wisata di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY Marlina Handayani mengatakan, paket ini dibuat dengan melihat pasar wisatawan yang paling potensial dan paling siap.

Aparatur Sipil Negara (ASN) pun dilihat sebagai sasaran paket wisata yang potensial dan dipandang siap.

"Selama ini kami sudah koordinasi dengan teman-teman industri untuk penyusunan paket wisata. Tujuan kami ingin melihat kembali mana pasar di masa pandemi ini yang potensial dan paling siap," ungkapnya, Jumat (21/5/2021).

Baca juga: Dinas Pariwisata DIY Optimis Pariwisata di Yogyakarta Tidak Terimbas Larangan Mudik Lebaran 2021

"Melihat kondisi dinamika dari COVID-19, kita lebih aman kalau wislok atau wisata lokal. Wislok mana yang siap, yang betul-betul potensial adalah ASN. Target kita sekarang masih ASN karena memang yang settle adalah ASN," sambungnya.

Marlina pun menjelaskan tentang program paket wisata, bahwa paket tersebut merujuk pada quality tourism.

Dijelaskannya, quality tourism adalah wisata yang tidak hanya sekadar menikmati destinasi, tapi juga mendapatkan story telling tentang destinasi yang dikunjungi. 

Selain itu, paket wisata ini juga mengutamakan protokol kesehatan, CHSE, dan berdasar wilayah green zone.

"Kita sudah menyiapkan, yang akan kita sampaikan dalam program travel coridor itu sudah akan kita siapkan 25 paket. Paket ini kita kemas ini melibatkan semua destinasi yang sudah tersertifikasi. Tentunya destinasinya juga sudah menerapkan prokes," jelasnya. 

Lanjutnya, dari 25 paket tersebut semua meliputi destinasi yang ada di lima kota dan kabupaten di DIY.

Baca juga: Dinas Pariwisata DIY Optimis Vaksinasi Covid-19 Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Hingga 17 Ribu

Paket yang ditawarkan antara lain yakni paket one day tour, 2 days 1 night, 3 days 2 nights, dan 4 days 3 nights.

Marlina mengatakan, khusus paket 4 days 3 nights akan memasukkan event wisata wisata di dalamnya.

Hal itu agar dapat menggerakkan kembali event-event besar di Yogya.

Kemudian, terkait green zone, Marlina menerangkan hal itu berhubungan dengan ketersediaan paket yang banyak.

"Dari 25 paket, kenapa ready 25, jika ternyata paket yang kita siapkan di lokasi bukan green zone, kita tawarkan yang green zone. Jadi kami spekulasi untuk membuat banyak paket karena itu," urainya.

Lebih lanjut, Marlina mengungkapkan, paket wisata tersebut sebagian besar bertema budaya.

Seperti di Kota Yogyakarta yang mengangkat tema sumbu filosofi.

Baca juga: Sudah Prediksi Larangan Mudik Lebaran, Dinas Pariwisata Gunungkidul Andalkan Wisatawan Lokal

"Begitu pula yang ada di kabupaten, misal Sleman dikaitkan dengan Merapi dan sebagainya. Semuanya menyesuaikan budaya masing-masing," paparnya.

Selain destinasi yang memiliki tema budaya, juga akan dihadirkan destinasi yang memiliki kerajinan ciri khas.

Seperti kerajinan keris dan sebagainya.

"Kita juga memiliki banyak maestro yang mempertahankan apa yang mereka buat. Seperti membuat keris, wisatawan bisa mendengarkan cerita di balik keris itu apa," katanya.

Ke depan akan terus dihadirkan konsep tempat wisata yang mempunyai keunikan tersendiri.

"Seperti lava bantal, itu bisa dikemas menjadi paket dengan berbasis sains," tuturnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved