Breaking News:

Jawa

Kantor BPN Klaten Terbakar Puslabfor Polda Jateng Lakukan Pemeriksaan, Begini Hasilnya

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Jawa Tengah melakukan penyelidikan terhadap kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten yang terba

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
ejumlah petugas bersiap-siap untuk melakukan pemeriksaan ruangan yang terbakar di kantor BPN Klaten, Minggu (23/5/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Jawa Tengah melakukan penyelidikan terhadap kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten yang terbakar, Sabtu (22/5/2021) malam.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, tim Puslabfor membawa sejumlah barang bukti seperti alat instalasi listrik dan alat bukti lainnya yang ada diruangan itu untuk diperiksa lebih lanjut.

Kasubdit Fiskomfor Labfor Polda Jawa Tengah, Kompol Totok Tri Kusuma Rahmad mengatakan sejumlah alat bukti yang dibawa oleh pihaknya bersumber dari dua ruangan yang terbakar.

Baca juga: Ruang Kerja Petugas Ukur BPN Klaten Kebakaran, 5 Mobil Damkar Dikerahkan

"Hari ini kita melakukan pemeriksaan di ruangan yang terbakar, lokasinya ada di tempat arsip dan kemudian di ruang penggambaran. Di sana kita bawa barang bukti instalasi listrik, abu arang juga untuk diperiksa," ucapnya saat ditemui kantor BPN tersebut, Minggu (23/5/2021).

Adapaun untuk hasil pemeriksaan, lanjutnya membutuhkan waktu maksimal hingga tujuh hari.

"Hasilnya menunggu dari pemeriksaan abu arang sekitar tiga atau tujuh hari. Nanti kita tuangkan dalam berita acara pemeriksaan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor BPN Klaten, Agung Taufik Hidayat mengatakan jika, alat-alat yang berada di dua ruangan itu terbakar seratus persen.

Baca juga: Kebakaran di Dukuh Bendo Kalikotes Klaten, Satu Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah

"Kalau yang terbakar dari ruangan, alat itu seratus persen terbakar," katanya.

Namun, lanjutnya, untuk arsip-arsip yang terbakar sudah disimpan dalam bentuk digital.

"Kalau arsip ada juga yang terbakar tapi ini sudah kita simpan digitalnya, jadi berkas itu sudah discan dan bisa dicetak lagi," katanya.

Ketika disinggung terkait arsip apa saja yang terbakar dan berapa jumlahnya, Agung enggan merinci.

"Itu datanya masih dalam penghitungan ya, nanti kita hitung lagi," ucapnya.( Tribunjogja.com )
 

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved