Breaking News:

Angka Kematian Akibat Covid-19 Meningkat, Epidemiolog UGM: Bisa Jadi Akses Menengah Ke Bawah Sulit

misalnya terkait akses di mana pasien Covid-19 berat berasal dari sosial ekonomi menengah ke bawah dan akses mendapatkan layanan kesehatan lebih sulit

facebook
Dr Riris Andono Ahmad MPH PhD 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Prosentase kematian akibat Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

Menanggapai hal tersebut Epidemiolog UGM, dr Riris Andono Ahmad MPH PhD menyampaikan pemerintah perlu melakukan evaluasi manajemen pengendalian pandemi terutama terhadap kasus kematian akibat Covid-19 di tanah air.

“Perlu evaluasi case manajemen, bottle necknya ada di mana?,” tuturnya, awal pekan ini.

Baca juga: Sudah Masuk Indonesia, Varian Covid-19 B.1.617 Naik Status VoC, Begini Penjelasan Pakar Genetik UGM

Melalui evaluasi tersebut diharapkan dapat segera diketahui faktor mana saja yang berkontribusi besar terhadap angka kematian akibat Covid-19. 

Selanjutnya dapat dilakukan perbaikan secara efektif terhadap faktor penyumbang penyebab kematian akibat Covid-19.

Berdasar data yang dihimpun Satgas Covid-19, pada 15 Mei 2021 angka kematian akibat Covid-19 di tanah air sebesar 2,76 persen yang meningkat dari sebelumnya per Februari 2021 sebesar 2,75 persen.

Sementara, prosentase kasus angka kematian akibat Covid-19 di dunia sebasar 2,07 persen.

Riris mengatakan penyebab pasti kematian akibat Covid-19 tidak bisa diketahui tanpa adanya audit kematian.

Banyak faktor yang bisa mempengaruhi hal tersebut, salah satunya misalnya terkait akses layanan kesehatan.

Lalu, terkait bagaimana layanan kesehatan mampu mengelola kasus yang ada secara adekuat dan bermutu.

Halaman
12
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved