Israel dan Hamas Akhirnya Sepakat Genjatan Senjata di Jalur Gaza, Presiden AS Ikut Buka Suara

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas tersebut disepakati dengan suara bulat tanpa syarat yang diusulkan oleh Mesir.

Editor: Muhammad Fatoni
MAHMUD HAMS / AFP
Asap mengepul setelah serangan udara Israel di Kota Gaza menargetkan kompleks Ansar, terkait dengan gerakan Hamas, di Jalur Gaza pada 14 Mei 2021. Israel menggempur Gaza dan mengerahkan pasukan tambahan ke perbatasan ketika Palestina menembakkan rentetan roket ke belakang, dengan jumlah korban tewas di daerah kantong pada hari keempat konflik meningkat menjadi lebih dari 100. 

TRIBUNJOGJA.COM - Israel dan Hamas sepakat untuk melakukan gencatan senjata untuk mengakhiri kekerasan terbaru di kawasan tersebut.

Pengumuman tersebut disampaikan Hamas dan televisi pemerintah Mesir pada Kamis (20/5/2021), sebagaimana dilansir Reuters.

Sementara itu, kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan kabinet keamanannya dengan suara bulat mendukung gencatan senjata dengan kelompok milisi di Gaza.

Gencatan senjata tersebut disepakati dengan suara bulat tanpa syarat yang diusulkan oleh Mesir.

Kendati demikian, Israel tidak memerinci kapan gencatan senjata mulai berlaku.

Baca juga: Ini Syarat yang Diajukan Hamas untuk Gencatan Senjata dengan Israel

Baca juga: DK PBB Gelar Rapat Darurat untuk Hentikan Konflik Israel Palestina

Sementara itu, Hamas dan Mesir mengatakan, gencatan senjata belaku mulai Jumat (21/5/2021) pukul 02.00 waktu setempat.

Hamas mengatakan, gencatan senjata tersebut akan menjadi hal yang saling menguntungkan.

"Perlawanan dari Palestina akan mematuhi perjanjian ini selama penjajah (Israel) melakukan hal yang sama," kata Taher Al-Nono, penasihat media untuk kepala Hamas, Ismail Haniyeh.

Ledakan menerangi langit malam di Gaza pada Selasa (18/5/2021). Jet tempur Israel terus membombardir Gaza dan menewaskan lebih dari 200 orang selama sepekan terakhir.
Ledakan menerangi langit malam di Gaza pada Selasa (18/5/2021). Jet tempur Israel terus membombardir Gaza dan menewaskan lebih dari 200 orang selama sepekan terakhir. (AFP PHOTO/MAHMUD HAMS)

Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, telah memerintahkan dua delegasi masing-masing dari Israel dan Gaza untuk bekerja demi menegakkan gencatan senjata.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, juru bicara sayap bersenjata Hamas Abu Ubaida mengatakan bahwa pihaknya dapat mempermalukan musuh.

"Dengan pertolongan Tuhan, kami dapat mempermalukan musuh, entitasnya yang rapuh, dan tentaranya yang buas," ujar Abu Ubaida.

Dia mengancam akan menembakkan roket Hamas yang akan mencapai seluruh Israel jika Israel melanggar gencatan senjata atau menghantam Gaza sebelum jam pelaksanaan.

Beberapa menit setelah hamas dan televisi Pemerintah Mesir mengumumkan gencata, dan gencatan senjata belum berlaku, kedua belah pihak masih saling jual beli serangan.

Baca juga: Kabar Perang Israel vs Militan Palestina, Saling Balas Roket dan Serangan Udara Berlanjut

Baca juga: Komentar Perdana Menteri Israel dan Juru Bicara Hamas Soal Perang di Palestina

Sirene peringatan meraung karena adanya roket yang masuk di wilayah perbatasan Israel.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved