Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi 20 Mei 2021, Awan Panas Guguran Pagi Ini Jarak Luncur 1,8 Kilometer

Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan aktivitas erupsi hingga pagi ini, Kamis (20/5/2021).

Dok BPPTKG
Awan panas guguran Merapi tanggal 20 Mei 2021 pukul 08.30 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 41 mm dan durasi 170 detik. Jarak luncur 1.800 m ke arah barat daya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan aktivitas erupsi hingga pagi ini, Kamis (20/5/2021).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menyampaikan awan panas guguran Merapi terjadi pagi ini, tepatnya pukul 08.30 WIB.

Awan panas guguran tersebut tercatat di seismogram dengan amplitudo 41 mm dan durasi 170 detik. Jarak luncur 1.800 m ke arah barat daya.

Baca juga: Tangkap Peluang, KWT Putri Manunggal Kulon Progo Olah Bawang Merah Kering Merek Superbram

Sementara, pada periode pengamatan pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Merapi tampak jelas, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 75 m di atas puncak kawah.

Cuaca Merapi berawan dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 14.8-21°C, kelembaban udara 69-83 persen, dan tekanan udara 628.1-708 mmHg.

Selain itu, terjadi beberapa aktivitas kegempaan di Gunung Merapi, antara lain 35 gempa guguran, 3 gempa hembusan, dan 5 gempa hybrid/fase banyak.

Adapun pada periode 6 jam sebelumnya, yakni Rabu (19/5/2021) pukul 18.00-24.00 WIB, gunung kabut 0-I hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

"Teramati 2 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 700 m ke arah barat daya," lanjut Hanik.

Pada periode ini, cuaca Merapi berawan. Angin bertiup lemah ke arah tenggara. Suhu udara 18-20°C, kelembaban udara 74-79 persen, dan tekanan udara 873-919 mmHg.

Aktivitas kegempaan yang terjadi di antaranya 27 gempa guguran dan 8 gempa hybrid/fase banyak.

Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik.

Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Nico Velez Resmi Mengundurkan Diri dari PSS Sleman Sebelum Liga 1 2021

Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tandas Hanik. (uti)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved