Breaking News:

Lagu Indonesia Raya Diperdengarkan Tiap Pukul 10.00 di DI Yogyakarta, DPRD: Solidaritas Masa Sulit

"Beliau menyediakan kebutuhan negara saat itu, sehingga seperti kita ketahui bersama masa sulit itu berlalu dan andil besar Yogyakarta tercatat dalam

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Kurniatul Hidayah
Shutterstock via kompas.com
ILUSTRASI 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono per 20 Mei 2021 ini meminta agar Lagu Indonesia Raya diperdengarkan di ruang publik setiap pukul 10.00.

Hal tersebut tertuang dalam SE 29/SE/V/2021 tentang Memperdengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dikeluarkan pada 18 Mei 2021.

Adapun hari ini rencananya Lagu Indonesia Raya akan diputar di beberapa ruang publik di antaranya dari kantor pemerintahan, Keraton Yogyakarta, Pasar Beringharjo, dan sebagainya.

Baca juga: Polda DIY Beberkan Alasan NA Pengirim Paket Sate Beracun yang Mengaku Nikah Siri Dengan Aiptu T

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana memberikan apreasi yang tinggi terhadap kebijakan Pemda DIY itu.

"Pencanangan gerakan Indonesia Raya Bergema oleh Gubernur DIY pagi ini bagus untuk memupuk semangat dan solidaritas di masa sulit," ucapnya melalui keterangan resmi yang diterima Tribun Jogja, Kamis (20/5/2021).

Huda menambahkan, saat masa sulit perjuangan memperoleh mempertahankan kemerdekaan, Yogyakarta pasang badan berkorban untuk NKRI.

Sri Sultan Hamengku Buwono IX saat itu sebagai Raja memimpin perjuangan rakyat dan memfasilitasi pemimpin pemimpin Indonesia untuk berkantor di Yogyakarta.

"Beliau menyediakan kebutuhan negara saat itu, sehingga seperti kita ketahui bersama masa sulit itu berlalu dan andil besar Yogyakarta tercatat dalam tinta emas negara ini. Andil besar perjuangan kemerdekaan dan membangun semangat patriotisme dan nasionalisme," kenangnya.

Hal yang tak jauh berbeda juga dirasakan saat ini, ketika rakyat dalam kondisi sulit karena pandemi Covid-19.

"Gerakan Indonesia Raya bergema dicanangkan oleh Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Gubernur DIY sekaligus Raja Yogyakarta. Bagi saya ini menggugah ingatan kita kembali bahwa nasionalisme dan gotong royong yang dipupuk di Yogyakarta saat perjuangan kemerdekaan dulu perlu kita kuatkan dan gemakan lagi. Dulu pendahulu kita bisa melewati masa sulit itu, kita saat ini insya Allah akan bisa melewati masa sulit ini dengan semangat nasionalime dan solidaritas yang sama," ucapnya optimis.

Politisi PKS tersebut mengaku mendukung gerakan ini, apalagi saat ini memang Indonesia Raya tidak terlalu massif digaungkan di masyarakat, kecuali momen-momen tertentu.

Baca juga: Lirik Lagu Indonesia Raya yang Bakal Dikumandangkan di Yogyakarta Tiap Pukul 10.00 WIB

"Bagi PNS, anak sekolah, tentu masih sering menyanyikan saat upacara. Tapi adik-adik mahasiswa, pekerja sektor informal, di dusun dusun cukup jarang dinyanyikan. Kadang saya khawatir juga Indonesia Raya kalah populer dengan lagu lagu pop kekinian di kalangan milenial," bebernya.

Tentang teknis dan metode, dicermati Huda masih harus menyesuaikan kondisi.

"Tetapi semangatnya sangat baik. Harapan saya dengan gerakan ini bisa memupuk semangat solidaritas, gotong royong, kemanusiaan dan kebersamaan, sebagai implementasi lanjut dari semangat nasionalisme dan Pancasila.
Semoga kita bisa lalui masa sulit ini dengan izin Allah SWT dan semangat solidaritas bersama," tutupnya. (Kur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved