Breaking News:

Ini Syarat yang Diajukan Hamas untuk Gencatan Senjata dengan Israel

Gencatan senjata terus digaungkan sejumlah pihak terkait dengan konflik Israel dengan Hamas yang sudah menewaskan ratusan warga sipil di jalur Gaza

Editor: Hari Susmayanti
ANAS BABA / AFP
Sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel (kiri) mencegat roket (kanan) yang ditembakkan oleh Hamas ke Israel selatan dari Beit Lahia di Jalur Gaza utara. Israel menghantam Jalur Gaza dengan serangan udara, menewaskan 10 anggota keluarga dan menghancurkan sebuah bangunan yang menampung media internasional. 

Kebuntuan tampak terjadi saat babak pertarungan antara kedua belah pihak memasuki hari ke-10 berturut-turut.

Hamas, yang memperoleh mayoritas dalam pemilihan legislatif Palestina 2006.

Kelompok ini mengambil kendali Jalur Gaza pada 2007 setelah memerangi saingannya dari pasukan Palestina.

Sebelumnya kelompok militan ini mengaku serangan roketnya ke Israel merupakan tanggapan atas bentrokan baru-baru ini, antara pengunjuk rasa Palestina dan polisi Israel di Kota Tua Yerusalem di luar kompleks Masjid Al-Aqsa.

Baca juga: DK PBB Gelar Rapat Darurat untuk Hentikan Konflik Israel Palestina

Baca juga: Kabar Perang Israel vs Militan Palestina, Saling Balas Roket dan Serangan Udara Berlanjut

Situs itu merupakan salah satu tempat paling suci dalam Islam.

Sementara bentrokan pecah di tengah meningkatnya kemarahan atas potensi penggusuran puluhan warga Palestina.

Ratusan ribu warga Palestina melarikan diri atau terusir dari rumah mereka sejak perang yang pembentukan Israel pada 1948.

Beberapa pengungsi Palestina kembali membangun kehidupannya di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem timur, tepat di luar Kota Tua.

Wilayah itu berada di bawah pemerintah Yordania pada 1950-an.

Namun pada 1967, Israel merebut kota itu dari Yordania, bersama dengan Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved