Breaking News:

Belanja Pemerintah dan Investasi Harus Dioptimalkan Agar Perekonomian DIY Triwulan II Tetap Tumbuh

Realisasi pertumbuhan PDRB DIY Triwulan I 2021 secara triwulanan meningkat 0,86% (qtq), dan secara tahunan terakselerasi 6,14% (yoy).

Penulis: Santo Ari
Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perekonomian DIY pada Triwulan I 2021 mengalami peningkatan.

Realisasi pertumbuhan PDRB DIY Triwulan I 2021 secara triwulanan meningkat 0,86% (qtq), dan secara tahunan terakselerasi 6,14% (yoy).

Agar perekonomian DIY pada kuartal II 2021 tetap tumbuh positif dan lebih baik dari kuartal sebelumnya, maka pengeluaran atau belanja pemerintah dan investasi harus dioptimalkan.

Baca juga: Wacana Relokasi PKL Malioboro ke Lahan Eks Bioskop Indra Mencuat, PKL Berharap Ada Komunikasi

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Miyono menjelaskan, dalam kondisi krisis di masa pandemi Covid-19 ini, pengeluaran pemerintah menjadi stimulator bagi pertumbuhan perekonomian daerah.

Maka dari itu, instansi maupaun Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Bank Indonesia sendiri harus harus mengenjot pengeluaran anggaran masing-masing dan targetnya supaya tercapai 100 persen.

Selain mengoptimalkan pengeluaran anggaran, hal yang penting lainnya adalah mengoptimalkan investasi.

"Yakni dengan percepatan pembangunan Jalan Tol di DIY maupun pembuatan rel kereta api ke Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) dan sebagainya. Optimalisasi investasi ini penting karena pertumbuhan ekonomi tidak hanya bisa digerakkan oleh pemerintah semata, tapi diperlukan peran swasta yang dapat berperan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah," ujarnya Kamis (20/5/2021).

Pertumbuhan Ekonomi DIY pada triwulan I 2021 ditopang dari sisi Lapangan Usaha (LU) Informasi dan Komunikasi (Infokom) dan LU Pertanian.

Melihat kondisi tersebut, Miyono menilai bahwa kedua LU tersebut masih memberikan andil yang cukup tinggi di DIY pada kuartal II 2021 nantinya.

"LU Infokom dan Pertanian ini dirasakan masih akan tumbuh baik sehingga masih memberikan andil terbesar pertumbuhan ekonomi DIY pada kuartal selanjutnya," imbuhnya.

Namun demikian, di sisi permintaan, konsumsi masyarakat DIY di kuartal II ini harus ditingkatkan karena sebelumnya tercatat negatif.

Baca juga: Pemkab Kulon Progo Konsisten Lakukan Gerakan Indonesia Raya Bergema Yang Dicanangkan Gubernur DIY

Dalam kesempatan itu, Miyono menjelaskan bahwa sektor perdagangan, perhotelan, restoran di DIY akan tumbuh tinggi apabila terjadi peningkatan pergerakan atau mobilitas manusia.

Namun jika pemerintah terus membuat kebijakan pembatasan dan pengetatan maka sektor di atas sulit bergerak. Padahal BI sudah bersiap untuk mengoptimalkan sektor-sektor tersebut.

"Kuncinya sektor akomodasi, restoran dan sebagainya yaitu harus ada pergerakan manusia. Selama pergerakan manusia dibatasi, maka berat bagi sektor-sektor tersebut," tandasnya.

Ia pun berharap agar tidak ada lonjakan kasus COvid-19. Langkah pemerintah melakukan pembatasan pergerakan manusia adalah untuk kepentingan kesehatan, jika kesehatan tumbuh baik, maka pemulihan ekonomi juga akan meningkat. (nto)  

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved