Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif : Kadinkes Sleman Joko Hastaryo Klarifikasi Tentang Sleman Masuk Zona Merah

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo angkat bicara dan memberikan klarifikasi terkait Sleman Masuk Zona Merah.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Kadinkes Sleman, Joko Hastaryo 

5. Bagaimana cara Dinkes Sleman mengantisipasi lonjakan kasus?

Kita sudah koordinasi dengan semua RS, sehari sebelum Lebaran. Yang penting adalah tidak mengalihkan bangsal isolasi Covid-19 menjadi bangsal biasa. Dan respon dari rumah sakit, hampir semua sepakat, tidak masalah. Karena ini untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus setelah Lebaran.

Jadi ruang isolasi kritikal masih berjumlah 56 dan non kritikal hampir 500. Selain itu asrama haji mulai hari ini diaktifkan lagi. Kemarin sempat dua minggu di-stop karena adanya informasi adanya ibadah haji, maka kita kembalikan fungsinya untuk persiapan Kementerian Agama.

Tapi setelah ada informasi tentang ketidakpastian ibadah haji, maka kita tembung lagi agar Asrama Haji bisa kembali dijadikan shelter COVID-19 untuk antisipasi. Dan dari kapasitas 112 tempat tidur sekarang bisa sampai 120.

Sementara untuk Rusunawa Gemawang, juga bisa dimaksimalkan hingga 74 tempat tidur.( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved