Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif : Kadinkes Sleman Joko Hastaryo Klarifikasi Tentang Sleman Masuk Zona Merah

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo angkat bicara dan memberikan klarifikasi terkait Sleman Masuk Zona Merah.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Kadinkes Sleman, Joko Hastaryo 

Untuk kapanewon berzona oranye ada 12 lokasi, yakni Gamping, Godean, Minggir, Seyegan, Depok, Berbah, Prambanan, Kalasan, Sleman, Tempel, Turi dan Pakem.

Sementara zona kuning di berada di tiga kapanewon yakni  Kapanewon Cangkringan, Ngemplak dan Ngaglik.

Jadi berdasarkan peta epidemiologi terbaru ini, Kabupaten Sleman sudah masuk zona oranye. Angka penularannya 0,75 dibawah rata-rata nasional 0,91.

3. Bagaimana langkah Dinkes Sleman Sleman selama ini dalam mengolah data penyebaran COVID-19?

Kami selalu berpegang pada kondisi nyata di lapangan. Terkait angka pemeriksaan spesimen, dengan jumlah warga sekitar 1,1 juta jiwa, maka kami menargetkan melakukan 1.000 pemeriksaan dalam satu pekan. Kami belum pernah melakukan pemeriksaan dilakukan di bawah 1.000.

Bahkan pernah saat kasus rendah, kami saat itu justru melakukan 2.000 pemeriksaan.

Kalau ingin tidak ada kasus, ya tidak usah dicari. Tapi ya risikonya bisa jebol, itu prinsip kami.

4. Terkait libur Lebaran kemarin, apakah berpotensi terjadi lonjakan penularan COVID-19?  

Memang ada potensi dari unjung-unjung, karena itu dimungkinkan adanya kontak erat lama dalam rangka silaturahmi. Sementara untuk wisata, juga bisa saja terjadi misalnya saat makan-makan bareng di satu tempat.  

Kita lihat saja, kalau menurut kajian kita, masa inkubasi Covid-19 itu perlu 5-7 hari. Jadi 5-7 hari setelah tanggal 12 Mei akan terlihat kasusnya. Harapannya tidak ada lonjakan kasus, tapi kita tetap harus antisipasi itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved