Erupsi Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi 19 Mei 2021, Muntahkan 9 Guguran Lava Pijar Tadi Malam, Jarak Luncur 2 Km

Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan aktivitas erupsi hingga pagi ini Rabu, (19/5/2021).

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok BPPTKG
Penampakan Gunung Merapi dari CCTV Jrakah. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan aktivitas erupsi hingga pagi ini Rabu, (19/5/2021).

Pada periode pengamatan pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB, teramati 3 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.000 m ke arah barat daya.

Baca juga: Kumpulan Doa dan Bacaan Dzikir yang Dibaca Seusai Sholat Dhuha, Buka Pintu Taubat hingga Rezeki

"Gunung tampak jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 100 m di atas puncak kawah," lanjut Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, Rabu (19/5/2021).

Secara meteorologi, cuaca Gunung Merapi cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah tenggara. Suhu udara 14-19°C, kelembaban udara 57-69 persen, dan tekanan udara 835-917 mmHg.

Aktivitas kegempaan yang terjadi antara lain 19 gempa guguran dan 2 gempa hybrid/fase banyak.

Sementara, pada periode 6 jam sebelumnya, yakni Selasa (18/5/2021) pukul 18.00-24.00 WIB, Hanik melaporkan gunung tampak jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

"Teramati 9 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 2.000 m ke arah barat daya," ungkapnya.

Pada periode ini, cuaca Merapi berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur laut, timur, dan tenggara. Suhu udara 17-20°C, kelembaban udara 55-75 persen, dan tekanan udara 872-917 mmHg.

Selain itu, kegempaan yang terjadi di antaranya 37 gempa guguran, 1 gempa hembusan, dan 1 gempa hybrid/fase banyak.

Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik.

Baca juga: Info Prakiraan Cuaca BMKG DI Yogyakarta Hari Ini Rabu 19 Mei 2021

Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tandas Hanik. (uti)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved