Breaking News:

Selama Libur Lebaran Tercatat 1.192 Pemudik Tiba di Klaten

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mencatat terdapat sebanyak 1.192 pemudik masuk ke wilayah Klaten selama libur Lebaran 2021.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Ilustrasi Berita Klaten 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mencatat terdapat sebanyak 1.192 pemudik masuk ke wilayah Klaten selama libur Lebaran 2021.

Pemudik-pemudik tersebut merupakan warga Klaten yang merantau ke sejumlah wilayah di Indonesia seperti Jabodetabek, Sumatera hingga Kalimantan.

"Data yang masuk itu beda-beda ya, dari Pemkab mencatat ada 1.192 dan data itu kita jadikan patokan pemudik yang datang selama libur lebaran," ujar Bupati Klaten, Sri Mulyani saat ditemui awak media di Pendapa Pemkab Klaten, Senin (17/5/2021).

Baca juga: Staycation Belum Efektif untuk Dongkrak Okupansi Hotel di DI Yogyakarta

Menurutnya, jumlah kedatangan pemudik tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan kedatangan pemudik pada tahun-tahun sebelumnya.

"Ini dari yang datang 1.192 ini jauh lebih sedikit dari tahun sebelumnya yang bisa puluhan ribu," jelasnya.

Kemudian, lanjut Mulyani meskipun jumlah pemudik yang datang pada libur Lebaran 2021 ini tergolong sedikit pihaknya tetap meminta Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Klaten di semua tingkatan untuk selalu memantau kesehatan pemudik tersebut.

Disinggung terkait tren perkembangan COVID-19 pascalibur lebaran, Mulyani mengaku untuk saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan datanya.

Sebab, peningkatan atau penurunan kasus COVID-19 di Klaten pascalibur lebaran baru bisa dilihat 10 atau 15 hari mendatang.

"Kasus dari mudik ini kan baru bisa lita ketahui 10 atau 15 hari setelah lebaran ini ya, kalau sekarang ini belum ada ya," ucap Ketua Satgas PP COVID-19 Klaten itu.

Sementara, Tim Ahli Satgas PP COVID-19 Klaten, Ronny Roekmito menambahkan jika hingga saat ini belum terdapat kenaikan signifikan kasus COVID-19 di Klaten.

Baca juga: Status Pengelolaan Selasar Malioboro Tunggu Keputusan Pemkot Yogyakarta

Meski begitu, dalam pekan ini terdapat 2 desa yang masuk dalam kategori tinggi atau zona merah COVID-19 di Klaten.

"Sampai kemarin tidak ada kenaikan signifikan karena kedatangan pemudik. Katakanlah ini baru beberapa hari, mungkin nanti 10 atau 15 hari akan terlihat apakah ada kenaikan kasus atau tidak," ucapnya. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved