Breaking News:

Pemda DIY Izinkan Rute Penerbangan Langsung YIA-Singapura

Pemda DIY berencana untuk membuka kembali penerbangan mancanegara melalui Yogyakarta International Airport (YIA).

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Andreas Desca Budi Gunawan
Suasana Yogyakarta International Airport (YIA) seusai menghentikan penerbangan komersial, Rabu (6/5/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY berencana untuk membuka kembali penerbangan mancanegara melalui Yogyakarta International Airport (YIA).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta, Andry Indrady memastikan bahwa penerbangan internasional akan dibuka tahun ini meski pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Hal itu sejalan dengan keputusan pemerintah pusat yang menunjuk YIA sebagai salah satu tempat pemeriksaan imigrasi sebagai pintu masuk Warga Negara Asing (WNA).

Termaktub dalam Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor M.HH01.GR.03.01 tahun 2021 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-01.GR.03.01 tahun 2020 tentang Tempat Pemeriksaan Imigrasi Tertentu sebagai Tempat Masuk dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Mulanya, rute penerbangan mancanegara akan beroperasi tanggal 22 Mei 2021 mendatang melalui maskapai Scoot tujuan Bandar Udara Internasional Changi Singapura-YIA.

Namun realisasinya harus tertunda karena Pemda DIY masih meninjau kesiapan hotel-hotel sebagai tempat karantina mandiri pelaku perjalanan.

"Dipending karena ada beberapa hotel yang menjadi tempat karantina mandiri dari orang asing belum ada sertifikat dari Dinas Kesehatan. Akan ditunda tapi (penerbangan) tetap akan masuk," jelasnya saat dihubungi Tribun Jogja, Senin (17/5/2021).

Baca juga: Hotel di DI Yogyakarta Akan Dimanfaatkan untuk Tempat Karantina bagi WNA dan WNI dari Luar Negeri

Baca juga: Mahasiswa UNY Ciptakan Alat Cuci Tangan Otomatis, Air Langsung Mengalir Saat Tangan Mendekat ke Kran

Andry menjelaskan, tak sembarangan warga bisa melakukan perjalanan internasional.

Mengacu Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 26 Tahun 2020, mereka yang diizinkan melakukan perjalnaan meliputi WNA yang memiliki paspor diplomatik, pemegang izin tinggal terbatas (KITAS), pemegang izin tinggal tetap (KITAP), dan WNA yang memiliki izin dari kementerian atau lembaga terkait. 

Terkait pelaku perjalanan internasional yang berstatus WNI dari luar negeri diizinkan memasuki Indonesia dengan wajib mengikuti protokol kesehatan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved