Breaking News:

Kadin DIY Gelar Diskusi Terbatas Terkait Lingkungan, Bahas Bisnis Berkelanjutan

Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY melaksanakan rapat koordinasi terkait bidang Lingkungan Hidup dan Konservasi (LHK) di bawah Wakil

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Diskusi terbatas Kadin DIY berkaitan dengan bisnis berkelanjutan di bidang lingkungan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY melaksanakan rapat koordinasi terkait bidang Lingkungan Hidup dan Konservasi (LHK) di bawah Wakil Ketua Umum, Rahadi Saptata Abra.

Rakor dan diskusi bidang LHK dilakukan di Kantor Kadin DIY, Selasa (11/5/2021) dihadiri oleh anggota Komite Tetap yang terdiri dari Syauqi Soeratno, Teddy Alamsyah dan Fajarrudin Achmad Muharom.

Di samping itu juga hadir Penasihat Kadin DIY, Heri Dendi, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Keanggotaan Robby Kusumaharta dan Komite Tetap Pengembangan Organisasi dan Keanggotaan Y Sri Susilo.

Baca juga: 227 Kendaraan Selama Operasi Penyekatan Pemudik Diminta Putar Balik di Tugu Ireng Magelang

Adapun topik diskusi adalah bisnis berkelanjutan. Dalam pengantar, diskusi Robby Kusumaharta menyatakan bahwa bisnis berkelanjutan didasari oleh triple bottom line (TBL).

“Triple bottom line adalah konsep bisnis berkelanjutan yang mengukur nilai kesuksesan sebuah perusahaan menggunakan tiga kriteria (3P), yaitu People (Sosial), Planet (Lingkungan), dan Profit (Ekonomi)," jelas Robby, Rabu (12/5/2021).

Selanjutnya 3P digunakan untuk mengukur kesuksesan sebuah perusahaan yang dulunya hanya terpaku pada keuntungan finansial saja.

Dengan 3P, perusahaan dapat melakukan hal lain dan mengkaji dampak bisnis terhadap lingkungan.

Dalam konsep bisnis berkelanjutan, dunia usaha tidak lagi hanya dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom line (SBL) atau nilai perusahaan (corporate value) atau segi kondisi ekonominya (financial) saja.

“Kondisi keuangan saja tidak cukup menjamin nilai perusahaan tumbuh secara berkelanjutan dan ketiga pilar (3P) ini merupakan kunci dari konsep bisnis berkelanjutan”, tegas Heri Dendi.

Dari hasil diskusi terbatas tersebut diperoleh benang merah yaitu manfaat implementasi konsep TBL pada Program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Pengimplementasian konsep TBL pada program CSR memiliki berbagai manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung kepada perusahaan”, jelas Abra.

Baca juga: Tabrakan Mobil Versus Motor di Playen Gunungkidul, Dua Remaja Tewas

Dia menjelaskan, ada dua kesimpulan dari diskusi terbatas tersebut.

Pertama,meningkatkan reputasi perusahaan dimana citra perusahaan akan kepeduliannya terhadap masyarakat dan lingkungan.

Kedua, terpenuhinya tanggung jawab sosial dan lingkungan akan lebih memudahkan tercapainya bisnis yang berkelanjutan. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved