Breaking News:

Bisnis

Tingkat Hunian Kamar Hotel di Yogyakarta Masih Minim, PHRI Butuh Solusi dari Pemerintah

Dalam minggu ini tingkat hunian hotel di DIY masih di angka 0,8 persen hingga 19,8 persen, dan untuk rata-rata hanya berada di kisaran 1,8 persen.

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Ketua DPD PHRI DIY Deddy Pranowo Eriyono 

TRIBUNJOGJA.COM - Libur Idulfitri hanya tinggal menunggu hari, namun sampai sejauh ini tidak berimbas pada meningkatnya tingkat hunian hotel di Yogyakarta.

Hal itu disebabkan adanya penyekatan dan larangan mudik dari pemerintah.

Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Deddy Pranowo Eryono mengatakan bahwa pihaknya berharap H-3 ini sudah ada peningkatan, tapi nyatanya sampai sekarang tingkat keterisian kamar hotel tidak bergerak sedikitpun.

Dari catatannya, dalam minggu ini tingkat hunian hotel di DIY masih di angka 0,8 persen hingga 19,8 persen, dan untuk rata-rata hanya berada di kisaran 1,8 persen.

Sedangkan untuk reservasi pada 12-17 Mei hanya berada di 0,8 persen.

Baca juga: Antisipasi Penerobos Penyekatan, Pos Tempel Ditambah Petugas 

"Dilematis, tahun ini betul-betul menyedihkan dibanding pandemi tahun kemarin. Tahun kemarin H-3 sudah mencapai minimal 10 persen, dan rata-rata 25-30 persen. Kalau target kita sekarang hanya ingin menyamakan seperti tahun kemarin. Ini berat, kita hanya bisa menunggu keajaiban," ujarnya Selasa (11/5/2021).  

Padahal menurutnya, tarif hotel sudah dibuat murah, tapi hal itu juga tidak berpengaruh karena daya beli masyarakat sudah rendah. Meskipun ada yang menginap, jumlahnya tidak seberapa dan tidak seimbang dengan ketersediaan kamar yang ada.  

Maka dari itu PHRI membutuhkan solusi dari pemerintah, misalnya dengan mendorong ASN di DIY untuk dapat membantu mengisi kamar-kamar hotel tersebut.  

"Supaya kita bisa bernafas, kita hanya butuh untuk bertahan. Penyekatan itu membuat orang takut untuk keluar. Program pemerintah ini memang manjur sekali. Manjur bagi kesehatan, ajur bagi perekonomian kita, terutama PHRI," imbuhnya.

Padahal anggota PHRI sudah siap menerima para tamu.

Sudah banyak hotel dan restoran yang sudah terverifikasi protokol kesehatan dan CHSE.

Bahkan karyawan hotel sudah dilakukan vaksinasi Covid-19.  

Dalam kesempatan itu Deddy mengatakan, untuk mengatasi tingkat hunian yang sangat minim, banyak hotel yang sudah mengeluarkan paket bukber (buka bersama).

"Kalau ASN kan dilarang bukber, tapi kalau halal bihalal bisa dilakukan di hotel, karena kami sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Masyarakat yang mau halal bihalal juga bisa menggunakan fasilitas kami. Dan di sisa waktu bulan puasa ini, kami menggenjot dengan memberikan paket-paket bukber agar dapat dimanfaatkan masyarakat," tambahnya.( Tribunjogja.com

Penulis: Santo Ari
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved