Breaking News:

Mutiara Ramadan Kerja Sama LDNU DIY

Puasa dan Spirit Penanganan Masalah Sosial

Ibadah puasa dengan pengertian menahan diri dari hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum, mulai terbit fajar hingga terbenam matahari.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Jamilludin SSosI, Sekretaris LDNU PW DI Yogyakarta 

Oleh: Jamilludin SSosI, Sekretaris LDNU PW DI Yogyakarta

TRIBUNJOGJA.COM - Sudah tiga pekan umat Islam menjalankan ibadah puasa sebagai wujud ketaatan menjalankan perintah Allah SWT, dan mengamalkan rukun Islam keempat.

Ibadah puasa dengan pengertian menahan diri dari hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum, mulai terbit fajar hingga terbenam matahari.

Selain itu, di bulan puasa juga banyak amal ibadah yang bertabur pahala, karena puasa yang dijalankan dioptimalkan dengan menghidupkan amalan sepanjang bulan Ramadan dimulai tadarus Alquran, mendirikan shalat sunah, hadir di majelis ilmu, memperbanyak sedekah.

Menggelar kegiatan sosial, seperti berbagi takjil, memberi parcel/paket Lebaran, memberi santunan untuk anak yatim dan dhuafa dan kegiatan posiif lain yang termasuk amal shalih.

Sisi lain masalah sosial yang ada di masyarakat menjadi kenyataan. Berdasarkan data dari Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta, ada 21 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial, sepuluh di antaranya yaitu:

(1) Anak Balita Telantar atau anak berusia 0-4 tahun dikarenakan sebab tertentu. Orang tuanya tidak dapat melakukan kewajibannya karena beberapa kemungkinan: miskin/tidak mampu, sakit, salah seorang/kedua-duanya meninggal, anak balita sakit. Hal ini mengakibatkan terganggunya kelangsungan hidup, pertumbuhan dan perkembangannya, baik secara jasmani, rohani dan sosial.

(2) Anak Telantar, yaitu anak berusia 5-18 tahun, dan karena sebab tertentu orang tuanya tidak dapat melakukan kewajibannya. Ini disebabkan beberapa kemungkinan seperti: miskin atau tidak mampu, salah satu dari orangtuanya atau kedua-duanya sakit, salah seorang atau kedua-duanya meninggal, keluarga tidak harmonis, tidak ada pengasuh/pengampu. Keadaan ini menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan dasarnya dengan wajar baik secara jasmani, rohani dan sosial.

(3) Anak Nakal, yaitu anak yang berusia 5-18 tahun yang berperilaku keluar dari norma dan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat dan lingkungannya. Sehingga merugikan dirinya, keluarganya dan orang lain, serta mengganggu ketertiban umum. Dikarenakan usianya belum cukup menurut aturan hukum maka kategori anak nakal ini belum dapat dituntut secara hukum.

(4) Anak Jalanan, yaitu anak yang berusia 5-18 tahun yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencari nafkah dan berkeliaran di jalanan maupun tempat-tempat umum.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved