Breaking News:

Yogyakarta

MTI : Selain Protokol Kesehatan, Diperlukan Tambahan Protokol Komunikasi Hibrid

Selain berkomunikasi dengan bahasa tubuh, namun karena jarak fisik yang jauh, maka HP dapat digunakan untuk berkomunikasi melalui suara.

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah resmi melarang kegiatan mudik lebaran 2021 antar provinsi maupun di dalam wilayah aglomerasi.

Hal tersebut berlaku antara 6-17 Mei 2021 dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) untuk Inovasi dan Teknologi Transportasi, Arif Wismadi, mengatakan dalam pencegahan COVID-19 di ruang publik, selain protokol kesehatan yang selama ini telah ditegakkan, diperlukan pula tambahan protokol komunikasi hibrid di ruang publik.

Ia menjelaskan, hibrid artinya meski berada di satu tempat dan masih bisa berkomunikasi dengan bahasa tubuh, namun karena jarak fisik yang jauh, maka penggunaan HP untuk berkomunikasi suara bisa secara bersamaan dilakukan.

Baca juga: PMI di Seluruh DIY Siagakan Ambulans dan Personel dalam Posko Lebaran 2021

Semisal, di toko, atau restoran, penjaga melayani dengan cara hibrid.

Barang yang dipesan juga harus diserahterimakan secara tidak langsung melalui meja atau konter pengambilan.

Sementara untuk transaksi keuangan menggunakan e-money, e-wallet atau aplikasi lain secara online.

Satu hal lagi yang jarang diungkap secara luas, lanjut Arif, adalah sebagian besar penderita COVID-19 adalah juga terdapat orang yang patuh dengan protokol kesehatan, kecuali saat makan dan minum bersama, serta saat beribadah di tempat umum.

Sehingga, semestinya selama pandemi, hindari makan-minum di tempat umum dan beribadah di tempat umum seperti mal, pertokoan, dan wisata.

"Peribadatan di masjid atau gereja harus juga dikendalikan melalui pendaftaran umat untuk komunitas internal," imbuhnya.

Baca juga: Pemeriksaan Acak Surat Bebas COVID-19 Kembali Diterapkan di Kota Yogyakarta Selama Libur Lebaran

"Jika di resto yang tidak menyediakan sistem sterilisasi makanan dan alat makan sesaat sebelum santap, seperti micro wave dan oven pemanas, maka sebaiknya hindari makan di tempat itu, bawa pulang makanan dan lakukan sterilisasi di rumah sebelum disantap," sambung Arif.

Ia melanjutkan, jika terpaksa harus makan di tempat, maka selain sterilisasi, hindari makan dengan bercakap, jaga jarak lebih jauh dari yang dipersyaratkan.

Menurut Arif, lebih baik mencegah masuknya virus ke dalam badan, dari pada membersihkan virus yang sudah masuk.

Sebab selain berisiko pada diri sendiri, juga berisiko pada saudara dan orang tua yang masih kita miliki dan sayangi. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved