Breaking News:

Bisnis

Larangan Mudik Plus Pandemi, Penjualan Ketupat di Wonosari Turun

Pembelian kulit ketupat tahun ini masih dipengaruhi oleh situasi pandemi COVID-19. Kebijakan larangan mudik rupanya ikut berpengaruh.

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Kulit ketupat yang dijual warga di pinggir jalan pusat Kota Wonosari, Gunungkidul. Pedagang mengaku ada penurunan pembelian lantaran situasi pandemi hingga larangan mudik. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Ketupat jadi penganan wajib masyarakat saat Idulfitri.

Selain bisa membuat sendiri, warga biasanya membeli kulit ketupat yang terbuat dari daun kelapa tersebut di pasaran.

Seperti di Wonosari, Gunungkidul, sejumlah pedagang kulit ketupat berjejer di pinggir Jalan Brigjen Katamso, Kalurahan Kepek.

Sembari menunggu pembeli, mereka duduk membuat kulit ketupat tersebut.

"Ini sudah berjualan di sini sejak pukul 06.30 WIB, tapi ketupatnya masih banyak," tutur Sigit Artanto, seorang penjual ditemui pada Selasa (11/05/2021).

Baca juga: Perkuat Prokes Saat Libur Lebaran, Destinasi Wisata Gunungkidul Dipantau 359 Personel

Warga asal Karangtengah, Wonosari ini menyebut pembelian kulit ketupat kali ini turun dibanding tahun sebelumnya.

Jika biasanya sekitar pukul 09.00 WIB sudah habis terjual, kini masih tersisa belasan ikat kulit ketupat.

Menurut Sigit, turunnya pembelian kulit ketupat tahun ini masih dipengaruhi oleh situasi pandemi COVID-19.

Kebijakan larangan mudik rupanya ikut berpengaruh.

"Pembelinya kan terkadang dari pemudik juga, kalau tidak ada mereka jadinya ya turun," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved