Breaking News:

Epidemiolog UGM : Kebijakan Larangan Mudik Efektif Tekan Penularan Covid-19 jika Masyarakat Patuh

Epidemiolog UGM : Kebijakan Larangan Mudik Efektif Tekan Penularan Covid-19 jika Masyarakat Patuh

TRIBUNJOGJA/ Alexander Ermando
Salah satu kendaraan plat luar DIY yang dicegat petugas di Pos Penyekatan Hargodumilah, Patuk, Gunungkidul pada Kamis (06/05/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menurut Epidemiolog UGM, dr. Riris Andono Ahmad, MPH., Ph.D., menilai kepatuhan masyarakat dalam menaati kebijakan pemerintah soal larangan mudik Lebaran menentukan efektif atau tidaknya pencegahan penularan covid-19.

Menurut dia, resiko penularan covid-19 akan meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat.

“Jadi, dengan semakin mengurangi mobilitas ya tentunya akan meningkatkan efektivitas dari aturan atau larangan tersebut.

Hanya saja seberapa besar efektivitasnya sangat bergantung pada mobilitas penduduk,"katanya seperti dalam rilis yang diterima oleh Tribunjogja.com beberapa waktu yang lalu.

Menurut dr Riris, aturan larangan mudik ini memang sudah seharusnya diterapkan di Indonesia.

Sebab, sampai saat ini penularan covid-19 di Tanah Air masih tinggi.

Melihat dari data sejumlah negara, seperti India, Nepal atau Malaysia yang angka kasus penularannya tinggi, keputusan untuk melakukan larangan mudik itu memang sudah seharusnya dijalankan oleh pemerintah.

Apalagi Indonesia saat ini boleh dibilang sedang beruntung karena jika melihat kurva epidemiknya maka di bulan Januari-Februari sempat tinggi dan sudah mengalami penurunan dari puncak.

Untuk itu, sudah saatnya kini bersama-sama mempertahankan situasi yang membaik ini agar tidak naik kembali.

“Kalau kemudian kita lengah, ya peningkatan penularan akan terjadi lagi. Pastinya kita bisa berkaca apa yang terjadi di beberapa negara dan itu sebagai trigger, bahwa situasi bisa berubah dengan tiba-tiba, dan seperti India begitu sangat cepat dalam waktu satu bulan peningkatannya sangat luar biasa tinggi. Apalagi kita saat ini juga akan merayakan Idulfitri sebentar lagi," katanya.

Baca juga: Tracing Klaster Masjid di Pundong, Gugus Tugas Tunggu Hasil Swab 30 Kontak Erat

Baca juga: Perkuat Prokes Saat Libur Lebaran, Destinasi Wisata Gunungkidul Dipantau 359 Personel

Halaman
123
Penulis: Hari Susmayanti
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved