Breaking News:

Tsunami Covid-19 India: Ini yang Diduga Jadi Pemicu Gelombang Kedua Virus Corona di Negeri Bollywood

India saat ini sedang mengalami tsunami Covid-19 setelah gelombang kedua wabah virus Corona menghantam negeri Hindustan itu.

AFP/UTTAR PRADESH PR DEPT
Ilustrasi: Umat Hindu India berkumpul di Festival Kumbh Mela Senin (4/2/2019) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - India saat ini sedang mengalami tsunami Covid-19 setelah gelombang kedua wabah virus Corona menghantam negeri Bollywood itu.

Ketika jutaan umat Hindu yang taat berkumpul bulan lalu di kota Haridwar di Himalaya untuk berpartisipasi dalam festival Kumbh Mela bahkan saat India berjuang melawan gelombang kedua virus Corona, banyak yang khawatir bahwa itu akan berubah menjadi acara penyebar super.

Ketakutan itu sekarang tampaknya menjadi kenyataan, dengan laporan dari Kumbh yang kembali dinyatakan positif dan mungkin menyebarkan infeksi datang dari banyak bagian negara.

Ketika Mahant Shankar Das tiba di Haridwar pada 15 Maret untuk berpartisipasi dalam festival tersebut, kasus Covid-19 sudah meningkat di sejumlah negara bagian India.

Pada 4 April, hanya empat hari setelah festival secara resmi dimulai, pendeta Hindu berusia 80 tahun itu dinyatakan positif Covid-19 dan disarankan untuk karantina di tenda.

Ilustrasi: Umat Hindu India berkumpul di Festival Kumbh Mela Senin (4/2/2019) lalu.
Ilustrasi: Umat Hindu India berkumpul di Festival Kumbh Mela Senin (4/2/2019) lalu. (AFP/UTTAR PRADESH PR DEPT)

Tetapi alih-alih mengisolasi, dia mengemasi tasnya, naik kereta dan melakukan perjalanan 1.000 km (621 mil) ke kota Varanasi.

Di sana, putranya Nagendra Pathak menemuinya di stasiun kereta api dan mereka naik taksi bersama ke desa mereka sejauh 20 km (12 mil) di distrik tetangga Mirzapur.

Berbicara kepada BBC melalui telepon dari rumahnya baru-baru ini, Mahant Das mengatakan bahwa dia sekarang sehat dan sehat dan setelah dia kembali, dia tetap di rumah di karantina.

Dia bersikeras bahwa dia tidak menularkan virus itu kepada orang lain, tetapi dalam beberapa hari, putranya dan beberapa penduduk desa lainnya juga mengembangkan gejala Covid.

Pathak, yang juga sembuh total, mengatakan bahwa desa mereka telah terjadi 13 kematian dalam dua minggu terakhir karena demam dan batuk.

Halaman
1234
Penulis: Joko Widiyarso
Editor: Joko Widiyarso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved