Breaking News:

Kadin DIY Wujudkan Jogja Financial Forum, Bantu UMKM Dapatkan Akses Pembiayaan Lebih Optimal

Dengan adanya JFF ini, UMK bisa mendapatkan manfaat optimal dan diberikan akses luas untuk pembiayaan.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Kadin DIY berupaya wujudkan Jogja Financial Forum 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY mencoba untuk mewujudkan Jogja Financial Forum (JFF) di DIY.

Wakil Ketua Bidang Keuangan, Perbankan, Keuangan Syariah dan Pasar Modal Kadin DIY, Wawan Hermawan, berharap adanya JFF ini bisa menjadi solusi dari suatu masalah dan peluang investasi di DI Yogyakarta.

Forum itu akan mempertemukan pengusaha, pemerintah daerah (pemda), akademisi, perbankan, Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), praktisi keuangan dan regulator seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Kadin DIY, Robby Kusumaharta menambahkan, sektor keuangan ini penting untuk menyangga kegiatan usaha di DIY.

“Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di DIY ini kan cukup banyak, berjumlah mencapai 95 persen dari total unit usaha di DIY. Maka, mereka butuh dukungan dari seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya, Senin (10/5/2021).

Sektor keuangan yang dimaksud diantaranya adalah perbankan dan LKBB.

Dalam jangka pendek, Robby menjanjikan administrasi dan kesekretariatan Kantor Kadin DIY bisa segera ditata kembali guna mendukung kinerja organisasi lebih optimal.

“Program Kadin DIY ke depan harus bersinergi dengan program Pemda DIY dan pemkab atau pemkot. Kami juga ingin melibatkan akademisi dalam konteks triplehelix,” jelas Robby.

Dia menilai, dengan adanya sinergi pengusaha, pemda, akademisi, permasalahan usaha termasuk UMKM bisa dicarikan solusi yang lebih optimal.

Komite Tetap Pengembangan Organisasi dan Keanggotaan Kadin DIY, Y Sri Susilio menyampaikan, pengembangan UMKM memang membutuhkan dukungan akses ke sumber pembiayaan.

Sebab, pembiayaan yang stabil adalah kunci UMKM untuk terus maju, berkembang dan menjadi penyangga ekonomi suatu daerah.

“Banyak Usaha Mikro dan Kecil atau UMK yang sebenarnya feasible atau layak dibiayai, namun belum atau tidak memenuhi persyaratan administratif perbankan,” kata Susilo

Dengan adanya JFF ini, UMK bisa mendapatkan manfaat optimal dan diberikan akses luas untuk pembiayaan.

“Ya, ini pekerjaan rumah bagi Kadin DIY beserta pemangku kepentingan,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved