Kota Yogya

Pemkot Yogya Kembali Gulirkan Bantuan Permakanan bagi Warga yang Jalani Isolasi Mandiri

Pemkot Yogya Kembali Gulirkan Bantuan Permakanan bagi Warga yang Jalani Isolasi Mandiri

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setelah sempat terhenti, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali melanjutkan program bantuan permakanan bagi warga positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di kediamannya masing-masing.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang, mengatakan warga tidak perlu cemas ketika melakoni isoman.

Sebab, kebutuhan hidupnya, terkait logistik, dipastikan terpenuhi.

"Sudah kami lanjutkan lagi, warga yang isoman memperoleh bantuan makanan siap saji. Ini satu-satunya pemerintah di DIY yang melakukan," katanya, Minggu (9/5/2021).

Menurutnya, anggaran yang dikucurkan masih sama dengan tahap pertama yang telah habis beberapa waktu lalu, yakni Rp600 juta dari hasil refokusing.

Alokasi itu, diharap dapat memenuhi kebutuhan beberapa bulan ke depan.

"Harapannya, insyaallah cukup dengan total Rp1,2 miliar ini. Mudah-mudahan, trennya (kasus Covid-19) bisa menurun. Kalau tidak, ya bakal cepat habis ini," ungkapnya.

"Ada beberapa item anggaran (yang direfokusing). Harapan kami, bisa cukup itu, ya paling tidak sampai (pembahasan anggaran) perubahan. Nanti di perubahan itu kan bisa ditambahkan lagi alokasinya," lanjut Maryustion.

Baca juga: Dishub Kota Yogyakarta Antisipasi Manajemen Lalu Lintas di Kawasan Malioboro Jelang Lebaran 2021

Baca juga: Kabaharkam Polri Tinjau Kondisi di Kota Yogyakarta, Dorong Warga Silaturahmi Lewat Video Call

Secara spesifik, ia menyampaikan, skema bantuan ini sama sekali tak berbeda dengan sebelum terhenti.

Artinya, warga isoman tetap mendapat jatah tiga kali sehari, selama 10 hari. Anggaran untuk sekali makan adalah Rp20 ribu.

"Bahasanya, satu keluarga misal empat orang, yang positif satu, otomatis tiga lainnya harus isoman. Sehingga, dari sisi logistik, kita siapkan empat paket. Yang satu di selter dan tiga di masyarakat," jelasnya.

Paket-paket makanan siap saji pun pengadaannya masih dikerjasamakan dengan UMKM binaan Pemkot Yogyakarta, yang tergabung dalam program Gandeng Gendong. Hal itu, guna menggeliatkan perekonomian di wilayah.

Hanya saja, Maryustion berharap, supaya para pelaku UMKM bisa lebih bersabar menantikan pembayarannya.

Pasalnya, sesuai regulasi, pihaknya tidak bisa serta merta melakukan pembayaran pada penyedia jasa setiap harinya.

"Kita bayarkan setelah layanan selama isolasi itu selesai. Ya, biasanya kan 10 hari, jadi H+10 kita bayarkan. Kelengkapan admimistrasi harus dipenuhi, sehingga tidak bisa hari itu langsung didrop duitnya, ya enggak," ujarnya.

"Jadi, itu beda dengan (jamuan) rapat-rapat. Kita booking, misalnya hari ini untuk 50 orang. Kemudian, barang datang, langsung kita transfer. Nah, itu yang rapat, kalau yang buat warga isolasi beda," pungkas Maryustion. (Tribunjogja/Azka Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved