Breaking News:

PSIM Yogyakarta

PSIM Yogyakarta Tolak Wacana Liga Tanpa Degradasi, Ini Alasannya

Ditya mengatakan, apabila kompetisi tahun ini digelar tanpa adanya degradasi, praktis pertandingan cenderung kurang menarik dan kompetitif.

Media Official PSIM
Kapten tim PSIM Yogyakarta, Purwaka Yudhi memimpin rekan-rekannya memasuki lapangan pada laga perdana Liga 2 2020 yang digelar Maret 2020 lalu, sebelum pandemi Covid-19 merebak hingga kompetisi kemudian ditangguhkan. 

TRIBUNJOGJA.COM- Mencuatnya wacana penghapusan degradasi pada kompetisi Liga 1 2021 yang disampaikan melalui Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI beberapa waktu lalu mendapat beragam tanggapan, bukan hanya dari kontestan Liga 1 melainkan juga Liga 2.

Penghapusan sistem degradasi di Liga 1 2021 telah diputuskan dalam rapat exco PSSI.

Kabarnya, penghapusan sistem degradasi merupakan usulan dari sejumlah klub peserta Liga 1 2021.

Alasan para klub mengajukan permintaan penghapusan degradasi Liga 1 dilatarbelakangi faktor ekonomi yang disebabkan pandemi virus corona.

Wabah virus corona memang membuat sektor ekonomi lumpuh, yang berimbas pula pada keuangan klub sepak bola.

Meski tidak ada degradasi, PSSI tetap memberikan jatah promosi kepada dua tim Liga 2.

Artinya, kompetisi Liga 1 pada musim 2022 akan diikuti oleh 20 klub, dari yang awalnya 18 kesebelasan.

Merespon wacana tersebut, klub Liga 2 asal DI Yogyakarta, PSIM menolak tegas.

Meski tim kebanggan Brajamusti dan The Maident ini pun tak memungkiri kondisi dunia saat ini memang belum stabil karena pandemi yang mempunyai dampak di berbagai sektor termasuk industri sepak bola.

"PSIM sendiri, dan beberapa tim lain kami ketahui, telah mempersiapkan tim untuk tampil sebaik mungkin pada kompetisi nanti meski dalam masa sulit seperti sekarang. Oleh karenanya, kami berharap agar kompetisi musim ini tetap dilakukan dengan menggunakan sistem degradasi agar tercipta atmosfer kompetisi yang menarik, kompetitif, serta menghibur bagi penggemar sepakbola," terang Media Officer PSIM, Ditya Fajar Rizhizkia, Sabtu (8/5).

Lebih lanjut Ditya mengatakan, apabila kompetisi tahun ini digelar tanpa adanya degradasi, praktis pertandingan cenderung kurang menarik dan kompetitif sehingga bisa jadi salah satu tim tidak ada ambisi untuk menang.

"Ya semoga saja nanti pada waktu kongres PSSI, wacana ini bisa berubah, dan liga berjalan sebagaimana mestinya," harapnya. (TRIBUNJOGJA.COM/ HAN)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved