Breaking News:

UIN Sunan Kalijaga Resmikan Program Kemitraan Pengembangan Kebun Eduwisata Bendosari

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga merancang program penelitain dan pengabdian kepada masyarakat

ist
UIN Sunan Kalijaga Resmikan Program Kemitraan Pengembangan Kebun Eduwisata Bendosari 

TRIBUNJOGJA.COM - Berlokasi di Kebun Buah, di Desa Bendosari, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga merancang program penelitain dan pengabdian kepada masyarakat menjadi satu kesatuan program kemitraan berkelanjutan dalam rangka menjadikan Kebun Buah Bendosari dan kawasan pertanian di sekelilingnya menjadi kawasan Eduwisata.

Program kemitraan ini juga melibatkan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suka, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Suka, PD Muhammadiyah Kabupaten Sleman,  Asosiasi Tanaman Hutan Rakyat Mandiri, dan LPK Kayu Manis.

Program kemitraan pengembangan Kebun Eduwisata Bendosari ini diresmikan oleh Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan dan Kerja-sama, Dr. Abdur Rozaki, Sabtu (1/5/2021).  

Dr. Abdur  Rozaki menyampaikan, kerjasama kemitraan dengan Kebon Buah Bendosari ini menjadi program strategis UIN Sunan Kalijaga.

Sebagai gambaran pihaknya pernah melakukan penelitian untuk kepentingan pembuatan RUU Desa. Kala itu pak Rozaki mengamati satu desa tertinggal,  di Sumba Timur.

Namun sesungguhnya  desa itu memiliki potensi pertanian yang bisa dikembangkan.

Melihat itu Rozaki mengajak bermintra dengan kepala desanya bernama Yakob Tanda, untuk mengembangkan potensi desa tersebut. 

Dalam setahun berikutnya desa termiskin itu sudah menjadi suppliyer sayuran dan hasil kebun hingga ke luar pulau. Kepala desanya menjadi pelopor tingkat nasional, dan lokasi desanya menjadi tujuan studi banding nasional.

Dari gambaran itu, Dr. Rozaki yakin,  program kemitraan dengan pengelola  Kebun Edukasi Bendosari juga akan berhasil.

"Maka yang perlu dipahami oleh seluruh yang terlibat dalam kemitraan ini adalah konsep teologi pertanian. Bagaimana teologi bisa menggetarkan ekonomi melalui pengembangan pertanian. Artinya, kita bisa khusuk di masjid, maka jika kita bisa khusuk juga dalam mengembangkan pertanian, Insya Allah hasilnya juga akan berlimpah," kata Dr. Rozaki dalam rilis yang diterima tribunjogja.com.

Ketua Pengelola Kebun Eduwisata Bendosari, Sagiman  menyampaikan, kebun buah seluas 3 hektare ini awalnya dikelola oleh 20 orang dari kelompok tani setempat.

“Kami mati-matian mengelola karena kekurangan modal. Modalnya nekat hanya menanam saja, sehingga selalu banyak yang mati. Sekarang tinggal 11 orang yang mengelola. Kehadiran LPPM UIN Suka membawa lompatan perubahan luar biasa. Setelah bermitra kebun menjadi subur, tertata, terpublikasi, banyak pengunjung, panennya lebih banyak, dan pemasarannya baik,” kataSagiman.

Saat ini ada sembilan jenis tanaman buah dan lainya yang ditanam di Kebun Eduwisata Bendosari. Yakni Alpukat, Jambu Kristal, Rumput Gajah, Jeruk Bali, Mangga, Jeruk sitrun, Srikaya, Anggur.  Alpukat, Jambu Kristal, Rumput Gajah, Mangga sudah panen secara berkala. (rls)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved