Breaking News:

Sebanyak 76.053 Kendaraan Masuk DI Yogyakarta, Dishub DIY Fokus Pemudik Luar Wilayah Aglomerasi

Adanya kebijakan itu Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ni Made Dwi Panti Indrayanti menanggapi, fokus penjagaan yang utama

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah resmi melarang aktivitas mudik meski wilayah tersebut tergabung dalam satu aglomerasi, atau satu kesatuan wilayah.

Hanya saja, mobilitas sektor esensial di wilayah aglomerasi tetap dibolehkan beroperasi, salah satunya wilayah Yogyakarta Raya.

Sebelumnya kebijakan pengecualian larangan mudik berlaku bagi masyarakat yang tinggal di wilayah aglomerasi atau daerah satu kesatuan.

Baca juga: Mudik Lokal Dilarang, Sekda DIY Akui Kesulitan Lakukan Pengawasan

Adanya kebijakan itu Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ni Made Dwi Panti Indrayanti menanggapi, fokus penjagaan yang utama saat ini adalah menghalau pemudik yang datang dari luar DIY.

Pasalnya, meski kebijakan larangan mudik telah diberlakukan namun tetap saja pergerakan masyarakat yang memaksakan mudik membuat petugas di lapangan geleng-geleng kepala.

"Sementara masih belum mengubah skema, konsentrasi pada yang masuk ke DIY," katanya, kepada Tribun Jogja, Jumat (7/5/2021).

Made menambahkan, data pada hari pertama pemberlakuan mudik lebaran yakni Kamis (6/5/2021) kemarin, Dishub DIY mencatat ada puluhan ribu kendaraan pemudik masuk ke DIY melalui titik masuk terbesar wilayah DIY-Jawa Tengah.

Rinciannya, dari pintu masuk Pos Prambanan sebanyak 16.253 kendaraan, Pos Piyungan sebanyak 15.000 kendaraan, Pos Glagah sebanyak 6.800 kensaraan dan pos Tempel sebanyak sekitar 38.000 kendaraan.

Sehingga total kendaraan yang masuk dari empat pintu masuk wilayah DIY tersebut mencapai 76.053 kendaraan.

"Di Yogya sendiri arus kendaraan yang masuk cukup banyak. Jadi itu masuk ke DI Yogyakarta, itu sehari pas tanggal 6, ya hari pertama," jelasnya.

Baca juga: Dinkes Gunungkidul Upayakan Vaksinasi COVID-19 Tetap Berjalan Saat Lebaran

Dari jumlah tersebut, proporsi kendaraan yang masuk didominasi sepeda motor yakni sebesar 68 persen, kendaraan ringan (pribadi) 28 persen, selebihnya menurut Made kendaraan berat.

"Kami kemarin ke terminal, juga masih ada ditemukan bus AKAP yang tetap beroperasi. Tapi secara keseluruhan proporsi pemudik yang masuk ke DIY paling banyak kendaraan sepeda motor," tegas Made. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved