Breaking News:

Yogyakarta

Litbang KONI DIY Bekali Pelatih Puslatda Pengetahuan Soal Doping

KONI DIY membekali pelatih Puslatda XX Papua dengan Buku Saku Anti-Doping Panduan Bagi Atlet, Pelatih dan Praktisi Olahraga untuk Mencegah Doping.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi Humas KONI DIY
Kegiatan seusai pembekalan pelatih Puslatda PON DIY oleh Litbang KONI DIY soal bahaya doping, Jumat (7/5/2021). 

Maka cabor ini tidak akan dipertandingkan pada PON XXI Aceh-Sumut Tahun 2024.

Dalam hal ini Tim Dokter KONI DIY pun juga akan bekerja sama dengan pelatih untuk turut melakukan pengawasan.   

"Berharap materi yang diberikan betul-betul aplikatif, dan ini para atlet sudah masuk periode pra-kompetisi, sehingga harapan kita tidak ada masalah berarti. Dan dengan materi nutrisi, doping, dan psikologi itu bisa memenuhi keterpenuhan gizinya, dan utamanya mereka yang riskan terhadap doping, sehingga kita berikan wawasan, gambaran, dan masalah-masalah doping yang sering dihadapi seperti apa, dan antisipasi sehingga tidak terjadi hal itu. Karena yang terkait dengan doping ini sudah di-warning betul oleh PB PON dan KONI Pusat utamanya di cabor binaraga," jelas Djoko. 

Perihal edukasi doping, tentu akan diberikan secara terus menerus dan berkelanjutan.

Baca juga: KONI DIY Gelar Bimtek Perencanaan Program dan Anggaran Tahun 2022

Ini juga sebagai upaya preventif dan persiapan guna menghadapi program PB PON dan KONI Pusat mengenai Out of Competition (OOC), yakni semacam pemeriksaan tes doping mendadak yang dilakukan kepada atlet saat latihan, maupun seusai bertanding. 

Pelatih Puslatda PON XX Papua Provinsi DIY cabor binaraga, Seno Ariwibowo ketika dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan pengawasan dengan ketat, sekaligus rutin konsultasi dengan Tim Dokter KONI DIY, terutama terkait dengan suplemen-suplemen yang aman dikonsumsi oleh atlet baik saat latihan, maupun dan obat yang diperbolehkan saat sakit.   

Terkait dengan materi psikologi yang disampaikan oleh Anggota Bidang IPTEK Olahraga dan Litbang, Haryanto, diharapkan juga dapat mengasah kematangan bertanding atlet, yang beberapa di antaranya sudah mulai melaksanakan kegiatan try out.

Harapannya atlet dapat mencapai peak performa pada Oktober 2021 mendatang.

Pelatih juga didorong supaya dapat terus memberikan semangat kepada para atlet dan Kontingen DIY diminta untuk berjuang penuh, guna mencapai target yang diinginkan yakni minimal 11 medali emas dalam PON XX Papua Tahun 2021.( Tribunjogja.com )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved