Breaking News:

Yogyakarta

Litbang KONI DIY Bekali Pelatih Puslatda Pengetahuan Soal Doping

KONI DIY membekali pelatih Puslatda XX Papua dengan Buku Saku Anti-Doping Panduan Bagi Atlet, Pelatih dan Praktisi Olahraga untuk Mencegah Doping.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi Humas KONI DIY
Kegiatan seusai pembekalan pelatih Puslatda PON DIY oleh Litbang KONI DIY soal bahaya doping, Jumat (7/5/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Olahraga dan Penelitian serta Pengembangan (Litbang) Komite Olahraga Nasional Indonesia  (KONI) DIY bekerja sama dengan Tim Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) UNY 2021, membekali pelatih Puslatda Pekan Olahraga Nasional (Puslatda) XX Papua dengan Buku Saku Anti-Doping Panduan Bagi Atlet, Pelatih dan Praktisi Olahraga untuk Mencegah Doping.

Kegiatan tersebut dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Psikologi, Nutrisi dan Doping, di Ruang Rapat KONI DIY pada Rabu (5/5/2021).

Dalam buku itu tercantum pengetahuan dasar soal obat-obatan untuk gangguan kesehatan sehari-hari, terutama yang boleh digunakan dan yang tidak boleh digunakan. 

Adapun tentang daftar bahan dan metode yang termasuk doping.

Baca juga: Pengurus KONI DIY 2021-2025 Resmi Dilantik, Sri Sultan HB X Targetkan 20 Medali Emas di PON Papua

Mulai dari daftar zat yang dilarang baik dalam kompetisi maupun luar kompetisi, lalu daftar metode yang dilarang baik dalam kompetisi maupun luar kompetensi, zat yang dilarang hanya dalam kompetisi, hingga zat yang dilarang pada olahraga tertentu. 

Perihal belum dicantumkannya nama merek obat yang memiliki kandungan-kandungan seperti yang dimaksud di atas, KONI DIY mengimbau kepada atlet/pelatih untuk selalu berkonsultasi dengan Tim Dokter KONI DIY terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.

"Dengan adanya buku saku yang berukuran kecil dan praktis ini, memudahkan bisa dibawa kemanapun dan dimanapun oleh pelatih maupun atlet. Yang perlu diperhatikan terutama daftar obat yang bertuliskan warna biru, dan daftar yang dilarang berwarna merah," ujar Ketua Bidang (Kabid) IPTEK Olahraga dan Litbang KONI DIY B.M. Wara Kushartanti.   

Ketua Umum KONI DIY Djoko Pekik Irianto yang hadir dalam kegiatan, mengimbau kepada seluruh pelatih untuk betul-betul memperhatikan dan mengawasi segala asupan makanan, minuman, obat dan lainnya yang dikonsumsi oleh atlet. 

Terutama cabang olahraga (cabor) binaraga yang rentan dengan hal tersebut.

Baca juga: Ketum KONI DIY: Atlet PON DIY Harus Perhatikan Gizi Selama Bulan Ramadan

Dikemukakan, hal ini bahkan telah ditugaskan oleh Pengurus Besar (PB) PON dan KONI Pusat, yang apabila nantinya dalam PON XX Papua terdapat temuan kasus doping.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved