Breaking News:

Kabar Gembira, Tunggakan Insentif Nakes Bulan Desember Cair Sore Ini atau Paling Lambat Besok Pagi

Kabar Gembira, Tunggakan Insentif Nakes Bulan Desember Cair Sore Ini atau Paling Lambat Besok Pagi

Editor: Hari Susmayanti
Tribunnews, Larasati Dyah Utami
Sekretaris Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kesehatan dari Kemenkes dr. Trisa Wahyuni Putri pada konferensi pers terkait insentif Nakes, Jumat (7/5/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA – Kementrian Kesehatan menyampaikan kabar gembira bagi tenaga kesehatan (nakes) terkait pembayaran tunggakan insentif bulan Desember.

Kemenkes memastikan pembayaran tunggakan instentif nakes bulan Desember akan dilaksanakan pada sore ini atau paling lambat dilaksanakan pada besok pagi.

Sekretaris Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPPSDM) Kesehatan dari Kemenkes dr. Trisa Wahyuni Putri mengatakan realisasi pencairan tunggakan insentif nakes pada bulan Desember akan dilaksanakan pada hari ini.

“Sebentar lagi untuk yang Desember sudah bisa direalisasikan pada sore ini atau besok pagi paling lambat,” kata Trisa pada konferensi pers terkait insentif Nakes, Jumat (7/5/2021).

Sebelumnya, ia tak menampik memang sempat ada persoalan terkait pemberian insentif bagi Nakes, khususnya di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet (RSDC) pada bulan Desember.

Trisa menjelaskan sepanjang tahun 2020 sudah dilakukan pembayaran insentif sejak bulan Maret hingga bulan November 2020 dan sudah disalurkan lebih kurang 63 milyar insentif bagi relawan di RSDC selama 9 bulan.

Insentif bulan Desember 2020, secara aturan tidak bisa diberikan di bulan yang sama, sehingga baru bisa diberikannya di tahun 2021.

Baca juga: Legislatif Usulkan Insentif bagi Pekerja Transportasi, Sekda DIY : Belum Ada Alokasi untuk Itu

Baca juga: Dinkes Gunungkidul Upayakan Vaksinasi COVID-19 Tetap Berjalan Saat Lebaran

Prosedur yang harus dilalui terkait anggaran untuk membayar tunggakan tahun 2020 harus melalui review BPKP yang saat ini sudah berjalan.

“Saat ini masih berjalan dan secara bertahap dilakukan persetujuan,” katanya.

Persetujuan BPKP tahapan yang pertama sebesar Rp 581 miliar, adapun tahapan yang kedua sebesar Rp 231 miliar.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved