Breaking News:

Bisnis

Gerakkan Industri Perjalanan Wisata, ASITA DIY Harapkan Stimulus dari Pemerintah

Untuk dapat bertahan, ASITA DIY mengharapkan adanya stimulus dari pemerintah dan kebijakan-kebijakan lain yang dapat menggerakkan industri ini. 

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Industri perjalanan wisata masih terus mendapat tekanan karena dampak COVID-19.

Seharusnya, momen mudik lebaran tahun ini bisa dijadikan sebagai langkah untuk menumbuhkan geliat industri perjalanan wisata.

Namun hal itu pun harus tertunda karena ada larangan mudik oleh pemerintah.

Hery Setyawan, ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) DIY membenarkan bahwa perjalanan mudik biasanya dibarengi oleh perjalanan wisata.

Namun ASITA sendiri tak bisa berbuat banyak ketika ada larangan mudik.

Baca juga: Destinasi Wisata di DI Yogyakarta Hanya Terima Kunjungan Wisatawan Lokal

Pun demikian, Hery menyatakan bahwa sepenuhnya mendukung program pemerintah tersebut.

"Kita mendukung kebijakan pemerintah, daripada nanti muncul klaster penularan COVID-19, nanti kita malah tidak bangkit-bangkit. Pemerintah punya sudut pandang yang lebih luas, pertimbangan untuk kemaslahatan bersama," ujarnya Jumat (7/5/2021).

Meski ada larangan mudik, namun destinasi wisata di DIY tidak tutup.

Meskipun demikian, hal itu tidak bisa berdampak banyak bagi ASITA.

"Kalau warga lokal tidak menggunakan kita, mereka lebih memilih (berwisata)  mandiri. Saat ini industri (perjalanan wisata) tetap sama (tidak bergerak). Memang pariwisata tidak mati, tapi kalau bicara tentang ASITA itu masih belum tersentuh, masih mati, masih prihatin," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Santo Ari
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved