Breaking News:

itikaf

Bolehkah Perempuan Itikaf Di Masjid ? Berikut Ini Penjelasan Rukun Serta Syaratnya

Bolehkah Perempuan Itikaf Di Masjid ? Berikut Ini Penjelasan Rukun Serta Syaratnya

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yudha Kristiawan
CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP
Umat Islam berada di dalam masjid saat bulan Ramadan di masjid Al Makmur di Banda Aceh 

Berikut ini syarat dan rukun I’tikaf :

Pertama, niat, dalam i’tikaf harus ada niat sehingga orang yang melakukannya paham apa yang harus dilakukan.

Bahkan jangan sampai melamun, dan pikiran kosong.

نويت الاعتكاف لله تعالي

“Nawaitul I’tikaf Lillahi Ta’ala”

Kedua, diam di dalam masjid dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang sedang beri’tikaf.

Sebagaimana firman Allah SWT “…Tetapi, jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beri’tikaf dalam masjid.” (QS Al-Baqarah: 187).

Orang yang melakukan i’tikaf harus muslim, berakal, suci dari hadas besar (ada pendapat yang mengatakan bahwa hadas kecil juga membatalkan i’tikaf), dan harus di masjid.

Sunnahan i’tikaf terdapat dalam beberapa hadis, di antaranya:

Pertama, Abdullah bin Umar berkata bahwa Rasulullah SAW i’tikaf sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” 
(HR Bukhari).

Kedua, ‘Aisyah berkata bahwa Rasulullah SAW melakukan i’tikaf sesudah tanggal dua puluh Ramadhan hingga beliau meninggal dunia. 
(HR Bukhari dan Muslim).

Ketiga, Ubay bin Ka’ab dan Aisyah mengatakan bahwa Rasulullah beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, hinggal Allah menjemputnya (wafat). (HR. Bukhari Muslim).

Baca juga: Bogem Mentah Andalan Kang Mus Bikin Lawan Bergidik dan Tunduk, Siapa Pernah Merasakan ?

Memasang lentera tradisional raksasa untuk merayakan awal bulan suci Ramadan di kamp al-Shati untuk para pengungsi Palestina
Memasang lentera tradisional raksasa untuk merayakan awal bulan suci Ramadan di kamp al-Shati untuk para pengungsi Palestina (Mohammed ABED / AFP)

Maksud dari beberapa hadis di atas bahwa tiap bulan Ramadhan akan berakhir, terutama sepuluh hari menjelang Ramadhan berakhir, Rasulullah SAW selalu i’tikaf di masjid.

I’tikaf ini hukumnya sunah dan tidak harus pada bulan Ramadhan, boleh dilakukan pada bulan apa saja, yang penting orang yang melakukannya memahami apa itu i’tikaf.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved