Breaking News:

MotoGP

Berita MotoGP Hari Ini: Ajaib, Catatan Impresif Pedro Acosta Lampaui Valentino Rossi & Marc Marquez

Pedro Acosta mencatat rekor yang bahkan belum pernah bisa dicetak oleh Valentino Rossi dan Marc Marquez sebelumnya. Bocah ajaib pendatang baru ini

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP
Pedro Acosta, pebalap Moto3 

TRIBUNJOGJA.COM - MotoGP 2021 melahirkan sosok pebalap pendatang baru yang langsung berhasil mencatat sejarah dan capaian yang impresif. Adalah Pedro Acosta yang kini dilabeli si bocah ajaib, yang telah melahap empat seri balapan MotoGP 2021 di kelas Moto3 dengan selalu naik podium. 

Catatan itu bahkan tidak pernah bisa dilakukan pebalap juara dunia seperti Valentino Rossi maupun Marc Marquez

Pedro Acosta pun digadang-gadang bakal menjadi pebalap masa depan di kelas utama MotoGP.

Meski demikian, debut impresif di Moto3 tidak otomatis membuat langkah Pedro Acosta menuju kelas MotoGP terbuka lebar.

Pedro Acosta menjadi salah satu pembalap muda yang sedang mencuri pada MotoGP 2021.

Debut luar biasa yang ditunjukkan pembalap Red Bull KTM Ajo tersebut menjadi alasannya.

Pedro Acosta sukses menjadi pembalap pertama sepanjang sejarah MotoGP yang selalu meraih podium pada empat balapan pertamanya.

Tak cukup sampai di situ, Acosta juga selalu membukukan kemenangan pada tiga balapan terakhir di kelas Moto3.

Tidak ada pembalap lain yang pernah mencetak pencapaian serupa sejak balap motor grand prix lahir pada 1949.

Pun demikian dengan dua ikon MotoGP saat ini yaitu Valentino Rossi dan Marc Marquez.

Posisi keempat menjadi pencapaian terbaik Rossi pada empat balapan pertamanya di kelas 125cc pada 1996.

Adapun, Marquez—juga mengendarai motor KTM pada musim perdana—tak pernah finis 10 besar pada rentang waktu yang sama.

Aki Ajo selaku bos tim yang dibela Acosta menyebut bahwa pembalap asal Spanyol tersebut memiliki karakter, sikap, dan talenta yang kuat.

Satu keunggulan Acosta yang dikagumi oleh Ajo adalah kendali ketika memasuki tikungan.

Ajo melihat Acosta memiliki kemampuan alami untuk memaksa motornya berbelok dengan sudut yang diinginkannya.

Keahlian dalam memasuki tikungan dirasa Ajo sebagai elemen penting dalam kompetisi di MotoGP saat ini.

"Dia memiliki gaya berkendara dari generasi baru," kata Ajo, dilansir dari Motorsport Magazine.

"Sekarang di lomba GP Anda membuat perbedaan ketika memasuki tikungan, bukan saat keluar atau di tengah. Bagi saya, gaya baru ini sedikit mirip di semua kategori."

"Tentu saja, Anda harus sangat kuat dalam pengereman, tetapi pengereman dan memasuki tikungan adalah kunci dari segalanya."

Potensi besar yang ditunjukkan Acosta pun membuat publik bertanya-tanya, kapan sang pembalap akan bergabung dengan Marquez dkk. di MotoGP.

Beberapa gagasan muncul soal potensi Acosta mengikuti jejak Jack Miller yang langsung melompat dari kelas Moto3 ke MotoGP pada 2015.

Bisakah Acosta melakukannya? Mungkin saja, tetapi tidak untuk tahun depan.

Alasannya sederhana, Acosta harus menunggu dua tahun lagi untuk mencapai batas usia minimal pembalap di MotoGP yaitu 18 tahun.

Acosta pun masih terancam melewatkan beberapa balapan jika terjun ke kelas MotoGP pada 2023, musim kejuaraan ketika usianya menginjak 18 tahun.

Sebab, usia minimal pembalap MotoGP dihitung pada tanggal lahir sang pembalap, dalam kasus Acosta yaitu tanggal 25 Mei.

Acosta mungkin bisa berharap Komite Grand Prix menyetujui peraturan baru soal batas usia karena luluh dengan talenta istimewanya.

Pada 2015, aturan batas usia pembalap Moto3 diubah dari 16 tahun menjadi 15 tahun dengan syarat sang pembalap telah menjuarai kejuaraan dunia junior CEV Moto3.

Meski begitu, semua pembalap MotoGP yang sudah berbicara sepakat bahwa Acosta tidak perlu terburu-buru tampil di MotoGP.

Termasuk di antaranya adalah Fabio Quartararo, sosok yang menjadi 'dalang' perubahan aturan batas usia pembalap Moto3 pada 2015 tersebut.

"Dia tidak perlu terlalu mengkhawatirkan masa depannya sekarang, seperti berlomba di Moto2 atau MotoGP, tetapi fokus dengan saat ini saja," kata Quartararo.

Berkaca dari pengalaman masa lalunya, Quartararo ingin Acosta bisa menikmati jalan kariernya sendiri tanpa mempedulikan ekspektasi publik atau media.

Ucapan senada juga diutarakan Marc Marquez.

"Pedro masih 16 tahun, jadi biarkan dia berlomba," tutur pemilik rekor juara termuda di kelas premier tersebut.

"Saya berkata seperti ini karena dalam beberapa tahun terakhir kita kehilangan banyak pembalap karena menaruh tekanan yang tidak perlu kepada mereka."

(*/ Tribun Jogja /bolasport)

Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved