Breaking News:

Yogyakarta

Sri Sultan HB X Tak Ingin Kerumunan Seperti di Pasar Tanah Abang Terjadi di DI Yogyakarta

Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X tak ingin kerumunan yang terjadi di Pasar Tanah Abang, DKI Jakarta ditemui di DI Yogyakarta.

TRIBUNJOGJA/ Yuwantoro Winduajie
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X tak ingin kerumunan yang terjadi di Pasar Tanah Abang, DKI Jakarta ditemui di DI Yogyakarta.

Menurut Sri Sultan, karena tak ada SOP terkait penerapan protokol kesehatan, pengunjung Pasar Tanah Abang menjadi membludak.

Mereka rela berdesak-desakan tanpa mempedulikan aturan jaga jarak. 

"Jadi mestinya di Yogya tidak terjadi (seperti) di Tanah abang. Mungkin kalau Tanah Abang tidak punya SOP dan komitmen antara pengelola dan Pemda. Kalau kita di Yogya ada komitmen itu, karena kita ketemu (dengan asosiasi)," jelas Gubernur DIY usai menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda DIY, Kamis (6/5/2021). 

Baca juga: Update COVID-19 DI Yogyakarta 6 Mei 2021 : Bertambah 229 Kasus Baru, 319 Pasien Dinyatakan Sembuh

Terkait hal itu, Pemda DIY telah melakukan komunikasi dan kesepakatan dengan beberapa mitra seperti Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), dan Lurah Pasar terkait SOP untuk mengantisipasi jika sewaktu - waktu terjadi peningkatan jumlah pengunjung. 

Hal ini untuk mendukung upaya pemerintah mencegah penularan COVID-19.

Sebagai upaya pencegahan terjadinya kerumunan yang dapat meningkatkan penularan COVID-19 di saat Lebaran.

Gubernur pun meminta agar asosiasi berlaku tegas jika anggotanya melakukan pelanggaran terkait protokol kesehatan.

Baca juga: Ini Pertimbangan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X Pada Pemudik yang Lolos di Perbatasan

"Tegur saja pengelolanya. Karena yang membuat SOP adalah mereka berdasarkan kesepakatan," tegas Sultan.  

Asosiasi pun akan dimintai pertanggung jawaban jika lalai dalam menerapkan protokol kesehatan. 

Jika terjadi penularan maka Pemda DIY akan segera melakukan penutupan.

"Urusan Pemda, begita merah (terjadi penularan) langsung kita tutup. Petugas di lapangan tegur itu pengelolanya (jika terjadi kerumunan)," tambah Sri Sultan. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Yuwantoro Winduajie
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved