Breaking News:

Yogyakarta

Lanud Adisutjipto Pantau Aktivitas Balon Udara yang Bisa Membahayakan Dunia Penerbangan

Balon udara dapat membahayakan penerbangan, terutama balon berukuran besar dan dapat terbang sampai ketinggian yang dilalui pesawat terbang.

Penulis: Santo Ari
Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM/ Santo Ari
Ilustrasi balon udara yang sempat diamankan personel TNI AU beberapa waktu silam. 

TRIBUNJOGJA.COM - Di beberapa wilayah, ada kebiasaan atau tradisi menerbangkan balon udara saat bulan Ramadan.

Balon udara dapat membahayakan penerbangan.

Mengingat balon-balon tersebut berukuran besar dan dapat terbang sampai ketinggian yang dilalui pesawat terbang.

Terkait hal tersebut, Lanud Adisutjipto kembali melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat terhadap bahaya balon udara bagi penerbangan.

Hal ini terkait dengan beberapa laporan dalam kegiatan penerbangan tentang ditemukannya kembali balon udara yang diterbangkan secara bebas oleh masyarakat di area latihan pesawat terbang Lanud Adisutjipto, Kamis (6/5/2021).

Sesuai dengan UU No 1 tahun 2009 tentang penerbangan dan Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PPKS 101) tentang larangan menerbangkan Balon Udara di MCA atau Millitary Controlled Airspace di Yogyakarta, maka Lanud Adisutjipto melaksanakan pemantauan terhadap kejadian tersebut serta menghimbau kepada masyarakat agar mematuhi aturan serta larangan penerbangan balon udara yang dapat berpotensi membahayakan penerbangan.

Baca juga: Drone dan Balon Udara, Potensi Ancaman Serius bagi YIA

"Masyarakat diharapkan dapat lebih memiliki pengetahuan dan kesadaran yang lebih tinggi dalam mematuhi aturan, terutama tidak menerbangkan balon udara, serta kegiatan lain yang dapat membahayakan penerbangan," kata Danlanud Adisutjipto Marsma TNI M.Yani Amirullah.

Sementara itu Kasi Lambangja Lanud Adisutjipto Mayor Pnb Dian Bashori menyampaikan bahwa beberapa bahaya balon udara yang terbang bebas di antaranya adalah merusak mesin pesawat, mengganggu kendali terbang pesawat dan menutupi kokpit pesawat, pilot/hole sehingga pilot sulit mendapat visual, informasi ketinggian dan kecepatan tidak akurat.

"Selain balon udara juga terdapat kegiatan lain yang membahayakan operasi penerbangan diantaranya penyalahgunaan laser, penerbangan drone tidak berizin dan layang-layang," urainya.

Sesuai dengan UU Penerbangan No 1 Tahun 2009 pasal 421 ayat 2 sanksi bagi pelanggar adalah pidana penjara paling lama 3 bulan dan atau denda paling banyak 1 miliar.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved