Breaking News:

Penyekatan Mudik 2021

Ini Pertimbangan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X Pada Pemudik yang Lolos di Perbatasan

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X memikirkan langkah penanganan bagi pemudik yang lolos memasuki wilayah perbatasan DI Yogyakarta.

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Yuwantoro Winduajie
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X memikirkan langkah penanganan bagi pemudik yang lolos memasuki wilayah perbatasan DI Yogyakarta.

Menurut Sri Sultan, Pemda DIY bisa saja menerima kedatangan pemudik dengan sejumlah persyaratan. 

Pasalnya, pemudik yang telah melakukan perjalanan jauh kemungkinan besar akan tetap memaksakan diri dan mencari cara lain untuk masuk ke DIY meski telah dihalau petugas.

Baca juga: Masuk Masa Larangan Mudik, Dua Kendaraan Asal Jakarta yang Masuk Bantul Diminta Putar Balik

"Satu persoalan yang perlu ditindak lanjuti. Kira-kira begini, nanti orang (mudik) dari Jakarta  mau ke Yogya. Keluar dari Jakarta lolos, di Jawa Barat lolos, Jateng lolos, berarti nanti kan masuk Yogya. Itu kalau ditolak, kira-kira implikasinya apa," terang Sri Sultan usai menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Forkopimda DIY di Gedhong Pracimasono, Kamis (6/5/2021).

Namun, pemudik tersebut wajib menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi penularan Covid-19 serta menjalani isolasi mandiri selama lima hari sesampainya di Yogya.

Selain itu, identitas pemudik juga harus terdata dengan baik. Misalnya dengan menggunakan aplikasi Jogja Pass sehingga upaya pemantauan dapat dilakukan.

"Saya minta itu dibicarakan oleh satgas apakah dia tetap diterima karena warga Yogya atau tetap tidak boleh masuk Yogya. Tapi dia harus diswab. (Diketahui) punya alamat di mana, nomor HP, dan sebagainya," tandasnya Sri Sultan.

Namun, Sultan menegaskan. Kebijakan ini belumlah final dan masih perlu dibahas lebih lanjut bersama pemerintah kabupaten atau kota.

Baca juga: BREAKING NEWS: Tabrak Pohon, Seorang Pemuda Tewas di Jalan Hadi Sugito Kulon Progo

Lebih jauh, Sri Sultan berharap agar tren penularan kasus Covid-19 tak mengalami peningkatan pasca momen libur Lebaran.

Menurutnya, ledakan kasus positif kemungkinan besar dapat dicegah mengingat pemerintah telah memberlakukan pelarangan mudik.

Selain itu, Sri Sultan meminta jajarannya untuk mewaspadai kedatangan warga dari luar Pulau Jawa ke Yogya.

Pasalnya, tren penularan Covid-19 tengah mengalami peningkatan di provinsi-provinsi yang berada di luar Pulau Jawa.

"Problem pendatang tidak hanya di Jawa tapi juga luar Jawa karena yang ikut PPKM sekarang sudah 30 provinsi. Berarti di luar Jawa juga sudah naik (kasus positifnya)," papar Sri Sultan. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved