Breaking News:

Paket Makanan Misterius Berujung Maut

Kata Kapolresta Yogyakarta Soal Kabar Aiptu T yang Dikabarkan Nikah Siri

Saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan terhadap Aiptu T di Polres Bantul

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
Kolase Tribunjogja.com | Kompas.com | Miftahul Huda | Markus Yuwono
NA, pelaku pengirim sate beracun (kiri) dan Bandiman, ayah korban sate beracun (kanan) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Purwada wahyu Anggoro mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan terhadap Aiptu T di Polres Bantul.

Selama belum ada kepastian hasil pemeriksaan oleh penyidik tentang kebenaran Aiptu T yang menikah siri dengan NA, maka tim Provos belum dapat bertindak.

Baca juga: Deretan Fakta Sate Beracun di Bantul Terkuak, Ketua RT: NA dan Tomy Menikah Siri dan Beli Rumah

"Belum terbukti. Tunggu hasil riksa di Bantul dulu. Ketua RT setempat kan baru cerita," katanya, kepada Tribunjogja.com, Rabu (5/5/2021).

Sosok pria berinisial R yang disebut-sebut sebagai orang yang menyarankan tersangka NA untuk menaburi racun pada makanan dan mengirimkannya kepada Tomy, hingga Rabu (5/5/2021) masih menjadi tanda tanya.

Seperti diwartakan, polisi menangkap NA sebagai tersangka satai beracun salah sasaran yang menewaskan seorang bocah 10 tahun di Bantul.

Tersangka bermaksud mengirimkan satai yang bumbunya ditaburi racun itu kepada seseorang bernama T.
NA beralasan, sakit hati terhadap pria pujaan yang diduga merupakan seorang polisi itu, karena memilih menikah dengan wanita lain.

Ide menaburi racun di makanan dan mengirimkannya kepada T itu menurut pengakuan NA kepada polisi atas saran sosok pria berinisial R. Kini polisi masih memburu R.

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi mengatakan pihaknya sudah melacak identitas R sejak awal penangkapan NA. Sebab nama R disebut NA saat penyelidikan setelah ditangkap Jumat (30/4/2021) lalu.

Saat ini pihaknya masih terus berusaha mengungkap sosok R sebenarnya. Yang menjadi kendala adalah handphone R tidak bisa dihubungi.

"Kami kesulitan melacak karena hp-nya R mati. Sudah mati setelah NA tertangkap. Mungkin tahu karena sudah viral di medsos. Sudah mati sejak Sabtu (1/5)," kata AKP Ngadi kepada wartawan, di Mapolres Bantul, kemarin.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved