Breaking News:

UIN Sunan Kalijaga Resmikan Kemitraan Eduwisata di Kebun Buah Desa Bendosari

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta merancang program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok UIN Sunan Kalijaga
Peresmian program kemitraan pengembangan Kebun Eduwisata Bendosari pada 1 Mei 2021 di lokasi kebun. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta merancang program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan menjadikan Kebun Buah Bendosari dan kawasan pertanian di sekelilingnya menjadi kawasan eduwisata.

Lokasi tepatnya di kebun buah Desa Bendosari, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman.

Kawasan ini dijadikan salah satu destinasi wisata di DIY yang banyak dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara untuk belajar, berwisata, sekaligus menikmati atau pun berbelanja hasil kebun. 

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Pemadaman Listrik di DI Yogyakarta Hari Ini, Rabu 5 Mei 2021

Program kemitraan ini juga melibatkan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suka, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Suka, PD Muhammadiyah Kabupaten Sleman, Asosiasi Tanaman Hutan Rakyat Mandiri, dan LPK Kayu Manis.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga, Dr Abdur Rozaki, meresmikan program kemitraan pengembangan Kebun Eduwisata Bendosari ini pada 1 Mei 2021 di lokasi kebun.

Abdur Rozaki menyampaikan, kerja sama kemitraan dengan Kebun Buah Bendosari ini menjadi Program Strategis UIN Sunan Kalijaga. Ia yakin, program kemitraan dengan pengelola Kebun Edukasi Bendosari akan berhasil.

"Maka yang perlu dipahami oleh seluruh yang terlibat dalam kemitraan ini adalah konsep teologi pertanian. Bagaimana teologi bisa menggetarkan ekonomi melalui pengembangan pertanian. Artinya, kita bisa khusyuk di masjid, maka jika kita bisa khusyuk juga dalam mengembangkan pertanian, insyaallah hasilnya juga akan berlimpah," ujar Rozaki.

Ketua Pengelola Kebun Eduwisata Bendosari, Sagiman, menyampaikan kebun buah seluas 3 Ha ini awalnya dikelola oleh 20 orang dari kelompok tani setempat. Kemudian, mulai dirintis menanam buah-buahan pada 2017.

“Kami mati-matian mengelola karena kekurangan modal. Modalnya nekat hanya menanam saja, sehingga selalu banyak yang mati. Sekarang tinggal 11 orang yang mengelola. Lalu kami didampingi dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat PD Muhammadiyah Kabupaten Sleman,  Asosiasi Tanaman Hutan Rakyat Mandiri, dan LPK Kayu Manis. Kemudian LPPM  UIN Sunan Kalijaga hadir. Kehadiran LPPM UIN Suka membawa lompatan perubahan luar biasa," papar Sagiman.

Ia menjelaskan, setelah bermitra kebun menjadi subur, tertata, terpublikasi, banyak pengunjung, panen lebih banyak, dan pemasaran lebih baik.

Saat ini ada sembilan jenis tanaman buah dan lainnya yang ditanam di Kebun Eduwisata Bendosari, semisal alpukat, jambu kristal, rumput gajah, jeruk bali, mangga, jeruk sitrun, srikaya, dan anggur. Untuk alpukat, jambu kristal, rumput gajah, dan mangga sudah panen secara berkala.

Nur Cahyo Probo dari Majelis Pemberdayaan Rakyat PD Muhammadiyah menambahkan, kehadiran LPPM UIN Suka dengan konsep kemitraan melahirkan komitmen untuk bersama-sama bekerja keras dan memetik manfaat bersama-sama.

Baca juga: Target Sate Beracun Jarang Terlihat di Rumahnya, Ketua RT Tahu Pekerjaan Tomy dari KTP

"Konsep kemitraan/pemberdayaan yang diusung UIN Suka menjadikan kelompok tani sebagai subyek, bukan sebagai obyek. Antara dosen pembimbing lapangan, para mahasiswa KKN, dan kelompok tani bisa ajur-ajer, menjadikan semua program berjalan lebih baik," tandasnya.

Sementara, Ketua Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) UIN Suka, Trio Yunathan Tejo Kusumo, ST, MT, menjelaskan sebelum peresmian, LPPM UIN Sunan Kalijaga telah mengawali program kemitraan ini dengan melakukan berbagai kegiatan pendampingan.

Kali ini diteruskan dengan menerjunkan 20 orang mahasiswa KKN. Rencananya, LPPM akan menerjunkan mahasiswa KKN secara berkelanjutan dengan program-program yang berkelanjutan pula. (uti) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved