Breaking News:

Salat Idulfitri Berjemaah di Kulon Progo Hanya Diperbolehkan di Wilayah Zona Kuning dan Hijau

Pelaksanaan Salat Idulfitri 1442 Hijriah secara berjemaah di Kabupaten Kulon Progo dapat dilaksanakan di masjid, musala dan lapangan terbuka di

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pelaksanaan Salat Idulfitri 1442 Hijriah secara berjemaah di Kabupaten Kulon Progo dapat dilaksanakan di masjid, musala dan lapangan terbuka di wilayah kategori zona hijau dan kuning. 

Namun dengan syarat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. 

Hal itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 4 tahun 2021, Instruksi Gubernur DIY Nomor 12 tahun 2021 dan Instruksi Bupati Kulon Progo tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro dalam upaya pengendalian Covid-19. 

Baca juga: Ini Daftar 10 Titik Penyekatan di Wilayah DI Yogyakarta yang Akan Dijaga Polisi Selama 24 Jam

Kepala Kantor Kementerian Agama Kulon Progo, Ahmad Fauzi mengatakan pelaksanaan Salat Idulfitri dengan pembatasan jumlah jemaah sebesar 50 persen dari kapasitas yang tersedia. 

Selain itu, menerapkan prokes 5M yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas. 

"Namun bagi mereka yang berada di wilayah zona oranye dan merah, kami imbau untuk melaksanakan salat di rumah masing-masing," ucapnya, Rabu (5/5/2021). 

Ia merinci, saat ini di Kulon Progo terdapat 1.198 masjid dan 1.197 musala dengan jumlah 1.617 khotib serta 1.389 mubaligh. 

Lebih lanjut, Fauzi menyampaikan kepada masyarakat yang ingin menjalin silaturahmi untuk dilakukan kepada keluarga inti dalam satu wilayah. 

Serta berkoordinasi dengan gugus tugas Covid-19 setempat untuk memastikan kegiatan ibadah berjalan dengan aman dari Covid-19. 

Baca juga: Jelang Lebaran dan Kenaikan Isa Almasih, Polres Kulon Progo Gelar Operasi Ketupat 2021

Terpisah, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo, Fajar Gegana menambahkan untuk kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat harus diatur sesuai dengan prokes. 

Ia menekankan tidak boleh terjadi antrean yang mengular dalam kegiatan tersebut. 

Selain itu, juga tidak memperbolehkan masyarakat untuk melakukan takbiran keliling sehingga kegiatan tersebut dilakukan di dalam masjid yang berada di setiap wilayah masing-masing. (scp) 

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved