Wisata Yogyakarta
Desa Wisata Kelor di Sleman, Suguhkan Ragam Permainan Tradisional dan Sejarah
Desa Wisata Kelor dikenal juga dengan sebutan "Dewi Kadjar" atau akronim dari Desa Wisata Kampoeng Sedjarah
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Tribun Jogja
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Desa Wisata Kelor dikenal juga dengan sebutan "Dewi Kadjar" atau akronim dari Desa Wisata Kampoeng Sedjarah.
Bukan tanpa alasan. Kampung indah yang secara administrasi ada di Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman ini, menyimpan warisan budaya yang kini menjadi lembaran sejarah, yaitu Joglo Kelor.
Sejarah mencatat, Joglo yang didirikan pada tahun 1835 itu, pernah menjadi markas Tentara Pelajar (TP) di tahun 1949, saat terjadi pergolakan, dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Bangunan Joglo masih terawat dengan mempertahankan bentuk aslinya. Belum mengalami perubahan berarti.
Ketua Dewi Kadjar, Purnomo mengatakan, berdirinya desa wisata Kelor tidak lepas dari kehadiran Joglo. Awal mulanya, cerita dia, banyak tamu dari berbagai daerah yang datang ke Joglo, untuk napak tilas sejarah.
Berjalan waktu, seiring jumlah pengunjung yang semakin banyak, pada tahun 2006 warga setempat berinisiatif untuk mendirikan desa wisata.
Langkah ini berjalan mulus. Sebab, secara geografis padukuhan Kelor di dukung dengan keberadaan sungai Bedhog. Sungai air jernih yang ada di sebelah timur dusun ini menjadi daya tarik.
Oleh warga, di bersihkan dan di manfaatkan untuk sarana trekking atau susur sungai.
"Sungai Bedhog ini kan awalnya rimbun. Lalu, kita bersihkan untuk susur sungai, sebagai napak tilas Tentara Pelajar. Karena cerita dari orang dulu, tentara ketika bersembunyi di sungai," kata dia, Sabtu (17/4/2021).
Berjalan waktu, upaya pengembangan desa wisata terus di lakukan.
Pengelola menambah sejumlah fasilitas, sarana dan prasarana. Termasuk menghadirkan outbound diseputar halaman Joglo.
Mengingat mata pencaharian warga desa mayoritas adalah petani salak maka edukasi tentang salak masuk dalam paket yang ditawarkan.
Selain outbound, pengunjung juga bisa belajar menanam, mencangkok, menyerbuk, menjarang hingga memetik buah salak langsung dari pohon.
Edukasi ini bekerjasama dengan Kelompok Tani Organik Mekarsari
Tak puas sampai di sana, pengelola lalu menyewa tanah kas desa demi pengembangan desa wisata.
Berbekal pendampingan dari Dinas Pariwisata Sleman dan Daerah Istimewa Yogyakarta, di atas tanah kas desa tersebut saat ini sudah di bangun sejumlah wahana edukasi.
Mulai dari kolam tangkap ikan, kolam titian, flying fox, halang rintang hingga beragam permainan tradisional. "Kita memiliki 30 permainan edukasi tradisional.
Dari kelereng, tarik tambang hingga bakiak semuanya ada," ujar dia.
Di samping itu, ada juga edukasi membuat telor asin, membuat tempe, membuat teh kelor, bakso goreng kelor, membatik dan membuat jenang salak.
Fasilitas yang ada di desa wisata Kelor terbilang cukup lengkap. Sudah ada kamar mandi ( 27 pintu). Kemudian, pendopo (4 unit) yang masing-masing mampu menampung antara 70 - 100 orang.
Homestay ( 33 rumah). Sementara untuk tempat ibadah, ada 1 masjid yang digunakan juga untuk ibadah segenap warga kampung.
Purnomo mengatakan, kampungnya dinamakan Kelor, konon pada zaman dahulu, banyak ditumbuhi pohon kelor atau tanaman dengan nama latin Moringa oleifera.
Diceritakan oleh sesepuh, kata dia, disebelah utara kampung dahulu terdapat sebatang pohon kelor yang cukup besar. Suatu hari, Merapi erupsi.
"Pohon kelor itu di kisahkan mampu menyelamatkan dusun dari bahaya erupsi sehingga warga aman," kata dia.
Paket Petan (tanpa nginep)
(Minimal 30 orang)
1. Paket A, dengan Base Camp di rumah penduduk
Rp 54 ribu/ orang
- Trekking - Kolam Titian- Permainan 1P
Rp 62 ribu/ orang
- Trekking - Kolam Titian - Permainan 1P - 1P Sat Bumbang
Rp 80 ribu/orang
Trekking - Kolam Titian - Permainan 1P -1P Sat Blumbang
Rp 83 ribu/ orang
Trekking - Kolam Titian - Permainan 1P -1P Sat Blumbang - Flying fox
2. Paket B, dengan Base Camp di saung Bumper
Rp 59 ribu/ orang
- Trekking - Kolam Titian- Permainan 1P
Rp 67 ribu/ orang
- Trekking - Kolam Titian - Permainan 1P - 1P Sat Bumbang
Rp 85 ribu/orang
Trekking - Kolam Titian - Permainan 1P -1P Sat Blumbang
Rp 88 ribu/ orang
Trekking - Kolam Titian - Permainan 1P -1P Sat Blumbang - Flying fox
Fasilitas.
-instruktur dan pemandu.
- Break saat permainan (Snack dan Minum)
- Kamar mandi dan toilet.
Keterangan.
1. Seluruh paket belum termasuk harga makanan dan masuk ke kebun salak Rp 15.000
2. Cek in dan out pukul 07.00 - 15.00 WIB
3. Permainan 1 paket: game tanpa alat dan 3 game dengan alat
4. Tambahan ikan diluar paket tersebut. Rp 250 ribu/ paket (1 paket=10 kg ikan)
Sewa Home stay Rp Rp125 ribu/malam perorang. Harga tersebut sudah termasuk minum dan makan. Sedangkan sewa Pendopo 20 ribu/orang perkegiatan. Pengunjung yang akan berkegiatan di Desa Wisata Kelor disarankan reservasi terlebih dahulu, minimal satu Minggu sebelum pelaksanaan.
Kontak yang bisa dihubungi
Ketua Desa wisata Kelor
Purnomo (0812 2720 8099)
Atau bisa juga melalui sekretariat di (0813 2595 5550)
Rute
Secara administratif Dewi Kadjar ada di Padukuhan Kelor, Kalurahan Bangun kerto, Kapanewon Turi, Sleman. Jarak dari pusat kota Yogyakarta sekitar 20 kilometer.
Bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika dari Kota Yogyakarta, untuk menuju Desa Wisata Kelor melewati Jalan Magelang - Yogyakarta.
Kemudian di pertigaan Turi ambil kanan menuju jalan Turi lurus dan ambil kiri di Jalan Agrowisata dan lurus sampai menemukan ada papan petunjuk Desa Wisata Kelor. (rif)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/desa-wisata-kelor-2-04052021.jpg)