Breaking News:

Larangan Mudik Lebaran, Pemkab Sleman Imbau Warga Halal Bihalal Virtual 

Pemerintah Kabupaten Sleman, sesuai kebijakan Pemerintah Pusat, melarang kegiatan mudik 2021. Warga diminta menahan diri agar tidak mudik.

TRIBUNJOGJA/ Ahmad Syarifudin
Sekda Sleman Harda Kiswaya bersama jajaran pejabat Pemkab Sleman saat menggelar konferensi pers soal persiapan antisipasi pemudik di pendopo Parasamya, Selasa (4/5/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman, sesuai kebijakan Pemerintah Pusat, melarang kegiatan mudik 2021. Warga diminta menahan diri agar tidak mudik.

Sebagai gantinya, kegiatan halal bihalal saat hari raya diimbau dilaksanakan dengan cara virtual. 

"Halal bihalal diimbau untuk virtual saja. Ini mengurangi supaya tidak terjadi kontak langsung dan kerumunan," kata Plt. Asisten Sekda Bidang Adminitrasi Umum, Setda Sleman Kunto Riyadi, di Pendopo Parasamya, Selasa (5/3/2021). 

Baca juga: Pemain PSS Sleman Aaron Evans Libur Latihan dengan Wisata Kuliner dan Wisata Alam di Yogyakarta

Upaya untuk mengantisipasi penyebaran corona, bukan hanya halal bihalal yang diimbau virtual, Pemkab Sleman juga tahun ini meniadakan kegiatan takbir keliling, dan salat idulfitri di lapangan denggung. 

Sekda Sleman, Harda Kiswaya mengatakan, salat Idulfitri berjamaah di lapangan Denggung tahun ini ditiadakan. Sebab, dikhawatirkan warga yang datang akan membludak dalam satu tempat.

Sehingga kesulitan untuk dapat menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan, masker dan jaga jarak (cita mas jajar). 

Karena itu, menurut Harda, untuk memecah konsentrasi massa agar tidak berkumpul di satu tempat, maka salat idul Fitri dilaksanakan di Masjid maupun di tanah lapang di kampung-kampung. 

Baca juga: Tanda Tanya Sosok R, Orang yang Disebut NA sebagai Pemberi Saran Mengirimkan Paket Sate Maut

"Salat Idulfitri di lapangan Denggung, nyuwun sewu, ditiadakan. Tapi kalau di Masjid Agung boleh (salat id) namun dengan prokes," kata dia. 

Pemkab Sleman memperbolehkan warga menggelar salat idul Fitri di masjid dan tanah lapang.

Izin diperbolehkan menggelar salat Idul Fitri dituangkan dalam surat edaran (SE) nomor 451/0841 tentang penyelenggaraan ibadah Ramadan dan salat Idul Fitri 1442 H di masa pandemi Covid-19.

Dalam aturan tersebut, salat Idul Fitri boleh dilaksanakan di Masjid, lapangan/ tanah lapang tingkat Padukuhan untuk warga lokal dengan prokes ketat. (rif)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved