Jelang Pemberlakuan Larangan Mudik Lebaran, 452 Pemudik Terpantau Masuk Klaten

Sebanyak 452 pemudik dari berbagai wilayah di Indonesia dilaporkan telah pulang kampung ke Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Petugas kepolisian mengecek surat-surat pengendara yang melintas di perbatasan Jateng-DIY di Prambanan, Klaten, Jumat (30/4/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebanyak 452 pemudik dari berbagai wilayah di Indonesia dilaporkan telah pulang kampung ke Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Ratusan pemudik tersebut memilih pulang kampung lebih awal guna menghindari kegiatan larangan mudik pada masa lebaran Idulfitri 1442 Hijriah pada Kamis (6/5/2021) hingga Jumat (17/5/2021) mendatang.

"Untuk sekarang jumlah (pemudik) yang sudah masuk ke desa-desa di Klaten sudah 400-an ya, 452 kalau tidak salah," ujar Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu saat ditemui awak media di Mapolres Klaten, Selasa (4/5/2021).

Edy menegaskan, ratusan pemudik yang masuk wilayah Klaten tersebut memiliki dokumen persyaratan sesuai dengan ketentuan perjalanan di masa pandemi COVID-19 yany diatur oleh pemerintah.

Baca juga: Dejan Antonic Kunjungi Akademi PSS di Sela-Sela Liburan, Berikan Coaching Clinic

"Kita sudah lakukan pemeriksaan kesehatanya. Kemudian juga sudah menunjukan surat kesehatannya, semua pemudik itu membawa surat dan hasilnya negatif (COVID-19)," jelasnya.

Kapolres menegaskan jika pihaknya bakal terus memantau perkembangan dari ratusan pemudik yang telah masuk Klaten tersebut.

Semuanya, lanjut Edy, juga wajib menjalani karantina mandiri sesuai dengan peraturan sebelum dizinkan berbaur dengan masyarakat.

"Mereka disarankan karantina mandiri. Kita terus pantau selama 14 hari kedepan. Kita juga punya posko PPKM mikro di desa-desa untuk memantau. Nanti apabila warga baru yang datang posko PPKM ini bergerak, apabila ada yang ngeyel keluar aka ditegur untuk kembali karantina," akunya.

Sementara itu, Ketua Satgas COVID-19 Kecamatan Prambanan, Puspa Enggar Hastuti mengatakan, jika dari 16 desa yang ada di kecamatan itu, baru 2 desa yang kedatangan pemudik dalam beberapa hari terakhir.

"Berdasarkan data Senin, laporan yang masuk ke kita itu baru ada 2 desa yang kedatangan pemudik, itu pun jumlahnya tidak banyak, hanya sedikit," ujarnya.

Perempuan yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat Prambanan tersebut, mengatakan jika 2 desa yang sudah kedatangan pemudik tersebut yakni Desa Kotesan dan Desa Randusari.

Adapun di Desa Kotesan terdapat 6 pemudik yang berasal dari Medan, Sumatera Utara, Tanahbumbu, Kalimantan Selatan dan Sukabumi, Jawa Barat.

"Sementara untuk Desa Randusari ada dua pemudik.  Semua pemudik ini memiliki surat-surat perjalanan seperti surat negatif tes rapid antigen dan surat perjalanan dari desa tempat ia merantau," ucapnya.

Meski memiliki persyaratan lengkap, lanjut Puspa, semua pemudik saat ini tetap menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing selama 5x24 jam dan diawasi oleh Satgas desa setempat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved