Breaking News:

Antisipasi Pemudik Nekat, Kalurahan di Sleman Harus Sediakan Tempat Karantina, Ini Kriterianya

Pemerintah Kabupaten Sleman, sesuai kebijakan pemerintah pusat, melarang kegiatan mudik tanggal 6-17 Mei 2021.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

"Tempat karantina dari Kalurahan. Tapi kalau logistik sehari-hari, itu mandiri (ditanggung pemudik)," tuturnya. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya mengatakan, pihaknya mewajibkan kepada segenap posko Kalurahan, segera menyediakan tempat karantina untuk mengantisipasi kedatangan warga yang nekat mudik.

Sebab, selama ini ternyata belum semua Kalurahan di Sleman menyediakan tempat karantina. 

Data yang diterima Tribun Jogja, dari 86 Kalurahan, hanya 37 Kalurahan yang sudah memiliki tempat karantina. Artinya, ada 49 di antaranya yang belum memiliki. 

"Kita wajibkan [ada tempat karantina di Kalurahan]. Harus ini, untuk mengantisipasi pemudik yang nekat," kata Harda. 

Baca juga: Driver Ojek Online di DI Yogyakarta Berikan Dukungan Pada Keluarga Korban Salah Sasaran Sate Maut

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan, Arip Pramana menyampaikan, kasus covid-19 di Indonesia masih tinggi.

Itu yang menjadi landasan dikeluarkannya kebijakan larangan mudik dan penyekatan.

Dinas Perhubungan bersama Satpol-PP Sleman, kata dia, akan membantu penuh Kepolisian dalam melakukan penyekatan di dua tapal perbatasan. Di Tempel dan Prambanan. 

Selain itu, jalur alternatif atau jalur tikus yang dimungkinkan bisa digunakan sebagai pintu masuk pemudik ke Sleman juga akan diawasi. Pengawasan melibatkan satgas tingkat Kapanewon dan Kepolisian Sektor. 

"Kami dari Dishub akan melakukan pengawasan (jalur alternatif) secara mobile bersama Satpol-PP," kata dia. (rif)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved