Breaking News:

Tekan Dampak Bencana, BPBD Gunungkidul Tambah 13 Destana Tahun Ini

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul terus berupaya meminimalisir dampak bencana. Salah satunya dengan program

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul terus berupaya meminimalisir dampak bencana. Salah satunya dengan program Desa Tangguh Bencana (Destana).

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki menyampaikan pada 2021 ini pihaknya akan menambah 13 destana di 13 kalurahan.

"Sampai April lalu sudah terbentuk 5 destana, 8 lainnya ditargetkan terbentuk sebelum akhir tahun," kata Edy pada wartawan, Senin (03/05/2021).

Baca juga: Antisipasi Arus Mudik, Pemkot Yogyakarta Bentuk Tim Gabungan Bersama TNI-Polri

Berdasarkan penambahan tersebut, Gunungkidul kini memiliki sebanyak 69 destana tersebar di 18 kapanewon. Adapun destana dibentuk menyesuaikan karakteristik potensi bencana di wilayahnya masing-masing.

Menurut Edy, zona rawan longsor mendominasi dengan 42 destana. Sedangkan sisanya sebanyak 27 destana berkaitan dengan potensi bencana lain seperti angin kencang, potensi, hingga gempa bumi.

"Nanti masih ada dua destana lain yang terbentuk di zona rawan longsor," ungkapnya.

Edy mengatakan pembentukan destana juga bekerjasama dengan BPBD DIY. Harapannya, keberadaan jaringan destana akan mampu menekan dampak bencana sekecil mungkin.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD DIY Biworo Yuswantana mengharapkan tiap destana bekerja secara aktif. Terutama dalam hal mitigasi bencana.

"Harapannya penanganan bisa dilakukan secara tepat dan efektif manakala bencana terjadi," kata Biworo.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas SDM, Pemkot Magelang Jalin Kerja Sama dengan Universitas Tidar Magelang

Merujuk data BPBD DIY, hingga kini sudah terbentuk sebanyak 266 destana dari total 301 kalurahan di DIY. Tahun ini, terdapat tambahan sebanyak 25 destana yang akan dibentuk.

Biworo mengatakan 301 kalurahan ini terbagi dalam 8 kawasan rawan bencana. Pembagian itu mengacu pada Perda Nomor 5/2019 DIY tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

"Bencana yang rawan terjadi antara lain gempa bumi, longsor, banjir, erupsi gunung berapi, tsunami, hingga angin kencang," jelasnya. (alx)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved