Breaking News:

Kabupaten Sleman

Bawa Lima Pemudik, Polisi Amankan Sebuah Travel Gelap di Prambanan

Mendekati lebaran, Satlantas Polres Sleman mulai menindak travel gelap yang membawa pemudik masuk ke wilayah Sleman, Yogyakarta.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja// Ahmad Syarifudin
Kasatlantas Polres Sleman, AKP Anang Tri Nuvian saat dimintai keterangan awak media setelah rapat koordinasi menyambut idul Fitri di gedung Setda Sleman, Senin (03/5/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Mendekati lebaran, Satlantas Polres Sleman mulai menindak travel gelap yang membawa pemudik masuk ke wilayah Sleman, Yogyakarta.

Sejak pengetatan larangan mudik diberlakukan, ada satu travel gelap yang sudah diamankan. 

"Travel gelap mulai kami tindak. Sementara, sudah dapat satu," kata Kasatlantas Polres Sleman, AKP Anang Tri Nuvian, Senin (3/5/2021). 

Menurutnya, yang dimaksud travel gelap adalah mobil pribadi berpelat hitam namun digunakan untuk mengangkut pemudik.

Mobil tersebut, kata Anang, tertangkap di Prambanan saat membawa lima pemudik. 

Sang sopir dan penumpang sudah dimintai keterangan dan mengaku memang hendak mudik dari Jawa Tengah menuju Yogyakarta. 

Pengendara tersebut kemudian langsung ditilang dan kendaraanya ditahan. 

"Saat ini kendaraan ditahan. Kami keluarkan nanti setelah lebaran," tuturnya. 

Menurut dia, mulai tanggal 6 Mei, warga luar daerah atau pemudik tidak diperbolehkan masuk ke Sleman, Yogyakarta.

Semua yang kedapatan mudik, akan langsung diminta putar balik meskipun membawa surat swab antigen maupun PCR. 

Baca juga: Mulai 6 Mei, Polisi Putar Balik Pemudik yang Melintas di Wilayah Sleman, Berikut Titik Penyekatannya

Baca juga: Antisipasi Arus Mudik, Pemkot Yogyakarta Bentuk Tim Gabungan Bersama TNI-Polri

Siapkan Ratusan Petugas

Anang menjelaskan, dalam melaksanakan operasi penyekatan pemudik selama masa larangan mudik Lebaran 2021 mulai 6 Mei mendatang, pihaknya menerjukan ratusan petugas gabungan.

Mereka akan bertugas di pos penyekatan.

Adapun untuk waktu penyekatan, menurut Anang bersifat situasional. Petugas tidak memberikan kepastian waktu dalam melakukan operasi penyekatan. 

"Jamnya kami rahasiakan. Sewaktu-waktu," kata dia.

Selain melakukan penyekatan di jalur perbatasan, Kepolisian juga akan melakukan pengawasan di jalur - jalur kecil atau jalur tikus yang dimungkinkan dilalui oleh pemudik untuk bisa masuk ke Sleman.

Anang mengatakan, pihkanya sudah melakukan pemetaan. Di Tempel, kata dia, terdapat 8 jalur kecil yang akan menjadi prioritas pengawasan. Kemudian, di Prambanan ada tiga jalur yang akan diawasi. 

"Sifat pengawasan (di jalur tikus) mobile,"kata dia. 

Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman juga memastikan telah memetakan dan akan melakukan pengawasan, terhadap sejumlah jalan kecil atau jalur tikus yang berpotensi digunakan oleh pemudik masuk ke wilayah Bumi Sembada. Pengawasan dimulai dari tanggal 6 - 17 Mei 2021. 

Plt. Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Arip Permana mengatakan, pihaknya akan menerjunkan 61 personel untuk membantu dipos penyekatan dan pengawasan jalur tikus.

Menurut dia, jalur tikus yang akan diawasi adalah yang ada di perbatasan Klaten dan Magelang. 

Di perbatasan Klaten, yang akan diawasi adalah jalur di wilayah Tulung dan Manisrenggo. Sedangkan di perbatasan Magelang, titik pengawasan jalur tikus ada di Wonokerto Turi.  

"Jalur-jalur kecil ini (jalur tikus) akan kita sambangi secara mobile," kata dia.(Tribunjogja/Ahmad Syarifudin)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved