Breaking News:

Paket Makanan Misterius Berujung Maut

Anggotanya jadi Incaran Pembunuhan Berencana Paket Sate Beracun, Ini Komentar Kapolresta Yogyakarta

Anggotanya jadi Incaran Pembunuhan Berencana Paket Sate Beracun, Ini Komentar Kapolresta Yogyakarta

TRIBUNJOGJA/ Miftahul Huda
Kapolresta Yogyakarta saat tunjukan barang bukti kendaraan hasil curian kompolotan pencuri asal Lampung, Kamis (29/4/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro membenarkan jika Aiptu Tomi, sosok yang menjadi incaran percobaan pembunuhan dengan paket sate beracun, merupakan penyidik di jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta.

Polisi saat ini sudah menangkap dan menetapkan NA, wanita pengirim paket sate beracun sebagai tersangka kasus yang menewaskan bocah berusia 10 tahun asal Bangunharjo, Sewon, Kabupaten Bantul.

Bocah 10 bernama Naba tersebut tewas setelah menjadi korban salah sasaran sate beracun dari pelaku.

Purwadi enggan menanggapi terlalu mendalam atas terungkapnya kasus upaya pembunuhan terhadap salah satu penyidik di jajarannya itu.

Dirinya mengakui belum mencermati secara rinci kasus yang sedang ditangani oleh Polres Bantul tersebut.

Namun dia tidak mengelak jika salah satu penyidiknya bernama Aiptu Tomi baru saja menjadi sasaran pembunuhan dengan modus paket sate beracun yang dikirimkan oleh NA.

"Wah belum bisa komen. Harus didudukkan dulu tergantung motifnya. Pribadi atau dinas, kalau pribadi kami tidak bisa ikut campur. Kalau dinas pasti sudah ada SOP nya," katanya, dihubungi Tribun Jogja, Senin (3/5/2021).

Baca juga: Beginilah Pengakuan Perempuan Pengirim Sate Beracun Tahu Targetnya Salah Sasaran dan Membunuh Bocah

Baca juga: Kepada Polisi, NA Mengaku Menyesal Paket Sate Maut Merenggut Nyawa Orang Lain

Ia menambahkan, selama ini Tomi dikenal baik dan rajin di lingkungan Polresta Yogyakarta.

Bahkan, Purwadi turut mengapresiasi kinerja anak buahnya itu berkat keberhasilannya mengungkap kasus sindikat pencurian sepeda motor (Curanmor) asal Lampung pada Minggu (25/4/2021) lalu.

"Bagus, rajin. Kemarin juga baru ungkap kasus kriminal. Tanggal berapa itu ya, yang dirilis kemarin. Itu kan T ikut mengejar," tambah Purwadi.

Purwadi enggan berspekulasi bahwa upaya pembunuhan terhadap salah satu penyidiknya itu atas dasar teror, yang muncul dari beberapa kasus yang ditangani oleh Aiptu Tomi selama ini.

"Saya belum baca hasil riksanya. Semua kemungkinan bisa. Kalau hasil riksanya karena ini (motif dendam mantan kekasih) ya sudah," pungkasnya. (Tribunjogja/Miftahul Huda)

Penulis: Mikhael Gewati
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved