Breaking News:

Wisata Yogyakarta

Kampung Wisata Warungboto Yogyakarta, Tawarkan Rekreasi Berbalut Sejarah dan Edukasi

Situs Warungboto yang jadi bagian dari Pesanggrahan Rejowinangun, merupakan daya tarik utama kampung wisata Warungboto

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Situs Warungboto yang jadi bagian dari Pesanggrahan Rejowinangun, merupakan daya tarik utama kampung wisata Warungboto, Daerah Istimewa Yogyakarta 

Menurutnya, para pengunjung diajari mewarnai kainnya masing-masing, selaras dengan selera dan keinginan sendiri.

"Nah, setelah selesai, dicelup, muncul motif dan dijemur ya. Sambil menunggu itu, kami ajak jelajah kampung, di sana terdapat beberapa potensi menarik," ujarnya.

Selanjutnya, wisatawan sudah dinanti pasukan anak-anak dari kelompok kesenian Among Siwi, yang telah siap sedia menyuguhkan atraksi seni tari klasik.

Tak lupa, wisatawan yang penasaran dan hendak menjalani kursus singkat gamelan, maupun karawitan juga dipersilakan.

Tidak berhenti sampai di situ, perjalanan jelajah kampung bakal ditutup dengam kulineran menuju kelompok perajin tempe, maupun Kelompok Melati 38 dan WB Boga, yang menyediakan berbagai menu tradisional khas.

"Kalau di sini, yang khas adalah nasi gudangan dan wedang seruni, yang terbuat dari rempah-rempah seperti jeruk nipis, serai, kapulaga, hingga gula batu," terangnya.

Setelah perut terisi, paket wisata berdurasi tiga jam lantas ditutup dengan kunjungan Petilasan Warungboto.

Ya, situs tersebut sempat viral karena dipilih menjadi lokasi foto pre-wedding putri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution beberapa tahun lalu.

Suasana Situs Warungboto di akhir pekan. Beberapa wisatawan terlihat berfoto ria di sudut sudut situs yang dianggap menarik.
Suasana Situs Warungboto di akhir pekan. Beberapa wisatawan terlihat berfoto ria di sudut sudut situs yang dianggap menarik. (Tribun Jogja/Yudha Kristiawan)

"Situs Warungboto memang jadi andalan kami. Di sana juga kami sajikan Sendra Tari Padusan, ya, yang biasanya kita tampilkan di Merti Tuk Umbul," ungkapnya.

Merti Tuk Umbul sendiri merupakan kegiatan yang di gelar menjelang memasuki bulan suci Ramadan, yang kemudian di visualkan secara apik mengusung tema utama 'Padusan'.

Namun, sejak pandemi Covid-19 melanda, agenda yang senantiasa dinanti-nanti itu, urung bergulir.

"Selama pandemi memang hampir tidak ada tamu. Kita berharap kondisi segera normal lah, karena tujuan kita kan bagaimana mendongkrak perekonomian masyarakat di sini, lewat jaringan pariwisata," terangnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved