Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif: Cara Polres Bantul Mengatasi Petasan Jelang Idulfitri

Penjual petasan pun marak di pinggir jalan. Selain membeli dari penjual petasan, anak-anak atau remaja bahkan membuat sendiri petasan tersebut. 

TRIBUNJOGJA/ Christi Mahatma Wardhani
Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi S 

Apakah sudah ada korban ledakan petasan di Bantul?

Sejauh ini ada tiga korban di Pundong. Ketiganya masih anak-anak. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa petasan ini memang berbahaya.

Apakah ada jenis petasan yang aman atau diperbolehkan?

Tidak ada, petasan itu kan bahan peledak. Apalagi kalau merakit sendiri, tentu saja itu dilarang.

Baca juga: Pemkot Magelang Minta Semua Unsur Masyarakat Patuhi Imbauan Pemerintah Menjelang Lebaran 2021

Menjelang Idulfitri biasanya banyak penjual petasan di pinggir jalan, apakah Polres Bantul akan melakukan penindakan?

Kami tetap melakukan pengawasan. Sejauh ini yang dijual adalah kembang api, kalau kembang api pabrikan masih diperbolehkan.

Kalau kembang api pabrikan, tentu sudah disesuaikan. Pabrik atau distributor biasanya juga memiliki izin. 

Namun kalau ada petasan, bisa saja kami tindak. Tetapi kami akan lakukan pembinaan dulu.

Imbauan untuk masyarakat?

Kami harapkan masyarakat peduli dengan lingkungan terkait maraknya petasan.

Kami mendorong kepedulian orangtua untuk mengingatkan putra-putrinya agar tidak bermain petasan.

Kalau anaknya bermain petasan, jangan didiamkan saja. 

Ini bukan hanya peran kepolisian atau peran pemerintah saja, tetapi juga peran masyrakat, khususnya orangtua. (Maw)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved